• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Baru Lima Hari Diaspal, Jalan di Aceh Tengah Hancur Diremas dengan Tangan

15 November
15:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Aceh Tengah : Viral, sebuah video yang diposting oleh Anggota DPR Kabupaten Aceh Tengah Susilawati. Dalam video tersebut Anggota DPRK dari Komisi C ini meninjau lokasi proyek pembangunan jalan yang berada di Kekuyang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Video itu memperlihatkan, Susi sedang menggaruk aspal dengan menggunakan tangan. Dia mengambil sampel aspel yang berada di pinggir jalan tersebut lalu meremasnya dengan menggunakan tangan. Betapa terkejutnya, aspal tersebut hancur seperti remahan rengginang. Seharusnya kualitas aspal ini tahan lama bahkan jika dilalui mobil truck sekalipun.

Saat dikonfirmasi wartawan di Banda Aceh melalui sambungan telepon, Susi membenarkan, bahwa lokasi jalan yang dibangun tersebut berada di wilayah dapilnya.

“Kunjungan saya ke lokasi pembangunan jalan itu sebenarnya berdasarkan laporan dari masyarakat,” kata Susi, Jumat (15/11/2019).

Dia menyebutkan, tinjauan yang dilakukannya itu pada Rabu (13/11/2019) lalu. Kondisi jalan yang menghubungkan antar kecamatan itu baru selesai dibangun lima hari lalu.   

“Ini sebenarnya pembangunan jalan Latasir (lapis tipis aspal pasir), proyek pekerjaan ini dikerjakan oleh kontraktor dengan pagu anggaran Rp 606 juta. Sebenarnya ini proyek pembangunan jalan ini tidak terlalu besar, jalan tersebut panjangnya sekitar 800 meter,” ujarnya.

Hanya saja, sambung Susi, dirinya kesal karena ulah kontraktor yang melakukan pekerjaan ini asal jadi.

“Saya tidak ingin terjadi dikemudian hari. Jadi saya harus tindaklanjuti  terus dari awal agar semua kontraktor lain tidak nakal. Itu jalan prosesnya lagi dikerjakan, tapi yang kita lihat itu posisinya sudah siap, dilapis sekali lagi katanya gitu. Cuma dari segi kualitasnya sepertinya kurang bagus, usia jalan itu baru lima hari,” ungkapnya.

Susi menduga, kontraktor yang membangun proyek jalan tersebut sengaja mengurangi kualitas aspal, buktinya aspal yang Ia remas dengan menggunakan tangan hancur.

“Sebenarya gini, pekerjaan itu belum kering dan selesai, apakah latasair yang sudah didiamkan lima hari bisa dikorek seperti tepung? Itu dari video yang saya postingkan semua pihak bisa melihat jelas-jelas aspalnya dikurangi, hitamnya bukan aspal tapi seperti oli bekas,” bebernya.

Pihaknya bersama Komisi C DPRK Aceh Tengah langsung menindaklanjuti temuan tersebut dengan memanggil dinas terkait dan kontraktor yang mengerjakan proyek itu.

“Makanya hari ini kami dari komisi C DPRK Aceh Tengah memanggil kontraktor dan dinas untuk memintai penjelasan terkait temuan ini,” pugkas politisi dari PKS itu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00