• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

WARTA KRIMINAL DAN HUKUM

Eksepi Luke Ditolak, Sidang Pemalsuan Akta Otentik Dilanjutkan

14 January
23:12 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Majelis hakim menolak eksepsi terdakwa Rachmat Surya Puluhulawa alias Luke. Sidang kasus dugaan pemalsuan akta otentik pun dilanjutkam dengan pemeriksaam pokok perkara. 

Hal itu terungkap dalam sidang putusan sela kasus dugaan pemalsuan akta waris di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (14/1/2020).

Dalam amar putusannya, ketua majelis Edison Muhammad menyatakan eksepsi yang diajukan terdakwa sudah masuk pokok perkara, karenanya perlu dibuktikan dalam persidangan. 

"Menolak eksepsi terdakwa seluruhnya, dan memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk melanjutkan persidangan," katanya. 

Sidang yang pun ditunda Kamis (16/1/2020) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. 

Seperti diketahui dalam dakwaanya JPU Kejari Bandung Lucky dan Melur menyebutkan, terdakwa telah melakukan perbuatan menyuruh memasukan keterangan palsu ke akta otentik (akta waris). 

”Padahal terdakwa mengetahui kalau keterangan yang ditulisnya dalam akta ahli waris itu tidak benar,” katanya.

Perbuatan terdakwa beraawal  pada Mei 2010 saat menyuruh ketua RT 02/02 Kelurahan Cidadap untuk memasukan dirinya ke daftar ahli waris setelah ayahnya Willy Suganda meninggal. Padahal sebenarnya, masih ada tiga ahli waris lainnya dari keturunan almarhum H Willy Suganda.

Setelah seluruh persyaratan selesai dan telah ditandatangani Camat Cidadap, ternyata keterangan yang dimasukan terdakwa tidak benar. Sebab, masih ada tiga orang ahli waris lainnya, yakni Dian Novina (istri),  Muhammad Amir Zafran Suganda, serta  Ayesha Zahira Ramadhani Suganda sebagaimana keputusan dari PA Bandung Bandung nomor 189/PdtP/2012IPA Bdg tanggal 12 April 2012.

Adapun maksud terdakwa memalsukan surat ahli waris itu tidak lain untuk memiliki semua harta peninggalan ayahnya, berupa lima sertifikat hak milik atas tanah yang terletak di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Dengan adanya surat yang dipalsukan tersebut, maka terbitlah surat keterangan ahli waris dari kecamatan Cidadap yang isinya sesuai dengan permohonan terdakwa. Kemudian 5 sertifikat tersebut dibaliknamakan atas nama terdakwa, dan akibatnya saksi Novina dan dua anaknya merasa dirugikan.

Akibat perbuatannya terdakwa dijerat pasal 266 ayat (1) KUHPidana sebagaimana dakwaan kesatu, atau pasal 266 ayat (2) sebagaimana dakwaan kedua, atau pasal 263 ayat (1) KUHPidana sebagaimana dakwaan ketiga.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00