• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Gaya Hidup

Kondisi Waduk Kritis, BP Batam Lagi-lagi Tolak Penerapan Rationing Oleh ATB

26 March
15:32 2020
0 Votes (0)

KBRN, Batam: Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktur Fasilitas Lingkungan dan Aset BP Batam Binsar Tambunan dengan tegas meminta PT. Adhya Tirta Batam  (PT. ATB) selaku pengelola air untuk membatalkan rencana penggiliran penyaluran / Rationing air bersih kepada masyarakat dikarenakan ketersediaan air baku masih tersedia dalam jumlah yang cukup. 

Karena itu pihaknya meminta PT ATB untuk melakukan berbagai langkah praktis untuk memperbaiki sistem pengambilan air baku di waduk Duriangkang terutama instalasi pengolahan di Tanjungpiayu. Binsar mengatakan, ATB sebagai operator air bersih sejauh ini mengklaim sudah mempunyai teknologi yang cukup canggih untuk mendistribusikan air secara baik ke sekitar 285 ribu pelanggan di Batam. Dikarenakan hal itulah BP menganggap Seharusnya ATB sudah melakukan upaya-upaya perbaikan sistem, pengambilan air baku jauh hari sebelumnya sehingga pendistribusian air bersih tidak terganggu.

"ATB sebagai pengelola Air bersih yang sudah 25 tahun mengklaim sudah mempunyai teknologi yang cukup canggih, SCADA, AIRS dan lain-lain untuk mendistribusikan air baik ke seluruh sekitar 285.000 pelanggan yang ada di Batam. Seharusnya mereka sudah melakukan upaya-upaya perbaikan sistem pengambilan air baku jauh hari sebelumnya sehingga pendistribusian air baku atau pendistribusian air bersih tidak terganggu atau tidak dilakukan rationing" ucap Direktur Fasilitas Lingkungan dan Aset BP Batam Binsar Tambunan, Kamis (26/03/20).

Selain itu Binsar menjelaskan sesuai arahan Kepala BP Batam, dalam menghadapi situasi kemarau panjang, pihaknya akan tetap melaksanakan evaluasi terhadap kondisi ketersediaan air baku di setiap waduk terutama waduk Duriangkang dan akan menyampaikan informasi kepada ATB kapan akan melakukan pengambilan air baku sesuai dengan skema yang berbeda dengan saat ini.

Binsar juga mengatakan, BP Batam terus mengevaluasi debit waduk saat kemarau panjang. Berdasarkan data milik BP Batam ketinggian air di dam tanjung piayu diprediksikan akan mencapai 3,4 meter dibawah spillway dalam 4 hari kedepan. Namun BP meminta agar ada perpanjangan pipa menuju ke bagian tengah dari waduk mengingat masih ada ruang untuk mensuplai air baku sebesar 225 liter / detik.

"Saat ini memang elevasi dari pada dam duriangkang hampir mencapai minus 3,4 dibawah spillover dimana saat ini posisi ketinggian air diperkirakan dalam 3-4 hari akan berada di angka 3,4 meter akan tetapi berdasarkan pantauan kita dilapangan kondisi intake tanjung piayu sebenarnya masih mempunyai space yang cukup untuk mensuplai air baku sesuai dengan kapasitas tanjung piayu 225 liter per detik" tambah Binsar.

Sementara itu sebelumnya Menurut data yang dihimpun melalui Dashboard ATB Integrated Operation System pada Senin (23/3), elevasi air di waduk Duriangkang telah mencapai minus 3,33 meter dari permukaan bangunan pelimpah

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus melalui siaran persnya menjelaskan, Menurut perhitungan tidak sampai 1 minggu elevasi air akan mencapai minus 3,4 meter dari permukaan bangunan pelimpah. Saat hal itu terjadi, pompa intake di IPA Tanjungpiayu telah menyentuh dasar waduk, sehingga tak bisa beroperasi.

“Dengan demikian, maka penggiliran yang berdampak pada setidaknya 21.642 pelanggan di wilayah Tanjungpiayu dan dan 32 ribu pelanggan di area Batam Centre tidak akan terhindarkan,” jelas Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Dengan tumbangnya IPA Tanjungpiayu, maka Batam telah kehilangan produksi air bersih sebesar 225 liter perdetik. Untuk meminimalisir dampak dari defisit tersebut, maka tidak ada skenario yang lebih baik selain melakukan penggiliran. (ARK).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00