• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kota Bengkulu Penunggak Iuran Peserta BPJS Kesehatan Terbesar

13 November
18:58 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Pihak BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu menyebutkan, tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan di Kota Bengkulu merupakan yang tersebesar dibandingkan daerah lainnya, dalam wilayah Provinsi Bengkulu.

Besaran tunggakan iuran BPJS Kesehatan hingga 4 November 2019, Kota Bengkulu sebesar Rp 29milyar lebih dengan 46.953 peserta.

"Untuk tunggakan keseluruhan 5 kabupaten dan 1 kota yang kami naungi sebesar Rp.68.061 miliar dengan jumlah 128.490 peserta," ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Adrian Fitria, kepada wartawan.

Dijelaskan, setelah Kota Bengkulu, disusul Kabupaten Mukomuko Rp 12milyar lebih dengan 24.401 peserta. Lalu Kabupaten Seluma Rp.9,5milyar lebih dengan 20.921 peserta.

Selanjutnya Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dengan jumlah tunggakan mencapai Rp 6,4 milyar lebih

dengan 14,205 peserta, Bengkulu Selatan Rp 6,1milyar lebih dengan 11.392 peserta, serta Kaur Rp 4milyar lebihdengan 9.618 peserta.

"Dari jumlah tunggakan itu, pasien kelas 1 sebanyak 10.967 orang, kelas 2 sebanyak 19.733 orang, dan pasien kelas 3 mencapai 96.790 orang," jelasnya, Rabu, (13/11/2019).

Lebih jauh diterangkan Fitria, peserta yang menunggak ini berasal dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Mandiri (BP). Oleh karena itu, menyikapi pihaknya sudah melaksanakan berbagai upaya untuk meninkatkan kesadaran masyarakat di dalam membayar tunggakan.

Salah satunya melalui peningkatan informasi agar peserta rutin melakukan pembayaran, termasuk melakukan program kader JKN.

"Kami hanya menaungi 5 kabupaten, dan 1 kota. Sementara untuk jumlah tunggakan di 4 kabupaten lainnya berada di kantor BPJS cabang Curup," katanya.

Ditanya rencana kenaikan tarif BPJS Kesehatan 100 persen yang berlaku 1 Januari 2020mendatang, ia akan ada peningkatan tunggakan kedepannya. Tetapi besaran tunggakan belum bisa diprediksi.

"Peserta BPJS Kesehatan bisa melakukan pengalihan kelas dari sebelumnya kelas 1 ataupun kelas 2 jadi kelas 3 melalui mobil kas keliling dan melalui layanan informasi atau call center di 1500-400,” paparnya.

Sementara menyangkut penyesuaian tarif BPJS ini, diharapkannya juga diikuti dengan peningatan pelayanan dari rumah sakit yang melayani pasien BPJS Kesehatan.

Terkait pelayanan ini, masyarakat dapat menyampaikan keluhan jika tidak mendapatkan layanan secara maksimal. Karena pasien dibayar penuh melalui iuran BPJS," tutup Fitria.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00