• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Komisi 1 DPR Pertanyakan Alutsista Produksi Tiongkok

19 May
22:15 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Insiden kecelakaan dalam latihan tembak yang terjadi saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5/2017) membuat sejumlah kalangan dewan perwakilan rakyat prihatin atas ketersediaan alutsista Indonesia.

Wakil Ketua Komisi 1 DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan jika dalam beberapa hari kedepan akan melakukan bersama jajaran TNI. Mempertanyakan hasil investigasi penyebab terjadinya kecelakaan karena menurutnya alutsista tersebut masih terbilang layak digunakan.

“Secara utuh perlengkapannya seperti apa, sistemnya seperti apa, kemudian apakah masih layak dipakai atau tidak. Kalau usang itu senjata yang diganti aja usia 58 tidak masalah lalu diganti dengan senjata ini, jadi kalau dibilang usang belumlah masih layak dan sangat layak,” ungkap Tubagus Hasanuddin.

Sementara itu  Bobby Adityo Rizaldi Anggota Komisi 1 DPR juga mengaku prihatin dan mempertanyakan keamanan alutsista asal Tiongkok.

“Pembelian alutsista di Tiongkok ini melibatkan uang yang tidak sedikit juga, seperti roket itu belinya mau beli seribu roket. Sekarang senjata ini bukan cuma satu senjatanyakan banyak ini yang perlu kita evaluasi menyeluruh,” tambah Bobby Adityo Rizaldi.

Bobby juga menambahkan bila insiden kecelakaan dalam latihan prajurit TNI dalam menggunakan alutsista produksi Tiongkok juga telah terjadi pada tahun lalu.

“Apakah pemeliharaannya, apakah kesalahan pada manusia, atau memang lagi nasib sial atau apa gitu, nah itu yang kita pingin tau. Karena ini sudah dua kali dari negara yang sama sementara alutsista kita ini dari 17 negara dengan 173 sistem,” tambahnya, Jumat (19/5/2017).

Adapun insiden penggunaan alutsista asal Tiongkok telah terjadi 2 kali yakni Rabu, 17 Mei 2017 meriam atau kanon tipe 80 giant bow pelontar peluru kaliber 23 mm mengakibatkan korban 12 orang, empat diantaranya meninggal dunia dan 8 orang luka – luka serta Rabu, 14 September 2016 lalu saat rudal C705 yang mengalami delay lima menit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Chn/AKS)

  • Tentang Penulis

    Wahyu Chan

    <p>kritik dan saran kirimkan ke :</p><p>chan.wahyu@gmail.com atau hubungi 0852 7721 9552</p>

  • Tentang Editor

    Agus K Supono

    Redaktur Puspem

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00