• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kapolri: Ada Saksi Diduga Melihat Kejadian Teror Novel

19 June
17:40 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol Tito Karnavian membeberkan perkembangan penyelidikan kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.  Jenderal Pol Tito mengatakan, penyidik telah memeriksa 56 saksi.

“Kami sudah berkomunikasi dengan bapak Ketua KPK minggu lalu. Intinya kita ingin bertemu mengenai progres penyidikan kasus dugaan penganiyaan terhadap Saudara Novel. Tim sudah menjelaskan mengenai progres termasuk 56 saksi diperiksa,” kata Jederal Pol Tito dalam keterangan pers di Gedung KPK, Senin (19/6/2017).

Tito juga mengungapkan telah memeriksa saksi yang sangat penting karena diduga saksi tersebut melihat pelaku saat penyiraman air keras ke Novel. Saksi melihat wajah, tubuh dan karakter pelaku sehingga diharapkan mampu membantu pihak Polri mengungkap pelaku.

“Adanya saksi yang diduga melihat saat kejadian. Tapi kami tidak akan menyebutkan namanya. Itu saksi yang menurut kami penting karena dia yang melihat. Ini saksi melihat saat kejadian. Saksi ini melihat pelaku seperti karakter wajah, tubuh seperti apa. Saksi ini sangat penting karena dia yang melihat. Selama ini ada saksi yang melihat orang sebelum kejadian, yang bisa jadi pelaku atau bukan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Novel disiram air keras orang yang tidak dikenal,  saat hendak pulang ke rumah usai Shalat Subuh di Masjid Al-Ikhsan di Jalan Deposito, RT 003/10 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku diduga dua orang, pada Selasa 11 April 2017 pukul 05.01.Akibat penyiraman air keras, Novel menderita luka parah disekujur wajah sehingga harus dirujuk di rumah sakit di Singapura.

Tito mengatakan, penyidik juga telah mencocokkan keterangan (konfrontasi) antara saksi dengan orang yang dicurigai.

“Ada hal penting lain konfrontasi dengan orang yang dicurigai dengan beberapa saksi,” ujarnya. (Sgd/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00