• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

OJK Akan Tindak Tegas Pelaku Investasi Bodong di Kalbar

19 June
20:04 2017
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak: Masyarakat harus mengetahui dua tanda paling utama  untuk menandai investasi bodong, yaitu legalitas lembaga yanjg bersangkutan dan  kewajaran imbal hasil yang diberikan. Walaupun kasus investasi bodong di  Kalimantan Barat tidak mencuat secara nasional, namun sekecil apapun juga bentuk dari  kegiatan-kegiatan melawan hukum dalam konteks ajakan investasi yang merugikan masyarakat akan ditindak secara tegas.
Kepala Otoritas jasa Keuangan-OJK Kalimantan Barat, Asep Ruswandi seusai acara  Sosialisasi Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum Dibidang penghimpunan Dana Masyarakat dan pengelola Investasi, di Pontianak, Senin (19/6/2017) menjelaskan, tindakan tersebut dalam arti berkoordinasi dengan  aparat penegak hukum.

“Dengan adanya Tim Waspada Investasi, koordinasi kita dengan Kejakasaan, Kepolisian, dinas  ataupun  lembaga terkait lainnya yang memberikan izin untuk  lebih mudah untuk berkoordinasi,” tegasnya.

Terkait dengan beberapa kasus investasi bodong  Asep menyatakan sampai saat ini OJK belum dapat menyebutkan angkanya karena memang laporan resminya tidak ada.

“Juga yang  ditangani  dipihak kepolisian serta kasus per kasus juga sama, intinya  tidak ada laporan atupun tidak menjamin semua kerugian dari masyarakat itu  tercatat, terlaporkan kepada pihak-pihak yang berkompeten,” jelasnya.

Asep berharap dengan adanya Sosialisasi ini , OJK dapat terus melakukan upaya edukasi kepada masyarakat, karena pencegahan itu  leibih penting, sehingga media hendaknya juga memberikan informasi kepada masyarakat.

“Langkah ini kami lakukan agar masyarakat semakin teredukasi dan dapat menangkal ketika adanya tawaran-tawaran yang memberikan janji keuntungan tidak masuk akal. Sehingga  OJK Kalbar sendiri terus berusaha melakukan koordinasi dengan pusat, karena yang terjadi di daerah tenyata turunannya dari Jakarta,” pungkasnya. (Hermanta/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00