• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Mahasiswa UGM Kembangkan Deteksi Vaksin Palsu

11 August
20:22 2017
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Peredaran vaksin palsu akhir tahun 2016 lalu, mendorong sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan aplikasi untuk mendeteksi vaksin palsu. Aplikasi tersdebut untuk memeriksa keaslian vaksin, diberi nama APLISINyakni kependekan dari Aplikasi Pengecekan Keaslian Vaksin.

Salah satu mahasiswa, Nofrizal Dwi Rozak mengatakan, APLISIN bekerja dengan cara melakukan scan QR Code yang ada pada botol vaksin. Hasil pemindaian akan diverifikasi aplikasi ini, sistem juga akan melakukan konfirmasi apabila QR Code yang terdaftar pada basis data. Bila QR Code tidak terdaftar di basis data, bisa disimpulkan vaksin tersebut palsu.

“Hasil scan itu bakal dikirim ke handpohone ini ke web database. Web database akan memferify apakah QR code ada apa tidak di web database itu. Jika ada berarti web database akan mengirim konfirmasi,” jelasnya di UGM, Jumat (11/8/2017).

Menurut Nofrizal, dengan applikasi APLISIN, semua vaksin akan bisa dideteksi keasliannya asalkan pihak perusahaan menempatan QR Code pada kemasan vaksin. Yang penting, pihak perusahaan bekerjasama dengan cara menempatkan QR Code pada setiap kemasan vaksin. Untuk sementara, APLISIN masih dalam bentuk prototype namun kedepan akan lebih dikembangkan lagi agar bisa diakses oleh masyarakat luas.

“Ke depannya kita pengin mengaplikasikan ini dikehidupan sehari-hari. Jadi masyarakat juga bisa terbantukan dengan aplikasi ini,” kata Nofrizal.

APLISIN karya Program Kreativitas Mahasiswa, PKM UGM 2017 tersebut dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Informatika terdiri Nofrisal Dwi Rozaq, Agggito Kautsar. Mustapha Abdur Rosyied, Aditya Laksana Suwandi dan Almantera Tiantara. (mun/yyw/HF) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00