• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Temukan Minyak Oplosan, Gubernur Babel Minta Masyarakat Waspadai Produk Kadaluwarsa

13 August
09:59 2017
0 Votes (0)

KBRN, Pangkalpinang : Pemprov Bangka Belitung minta masyarakat waspada terhadap produk-produk kadaluwarsa yang dijual bebas di pasaran. Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyampaikan hal itu menyusul ditemukannya produk minyak goreng palsu, hasil oplosan dari minyak goreng kadaluwarsa.

“Kita ada tim satgas pangan dan ada tim yang selalu trurun ke lapangan untuk mengecek kepada took-toko berkenaan dengan barang-barang yang dikonsumsi oleh masyarakat. Tim ini rutin melakukan kunjungan ke pasar-pasar baik tradisional maupun modern, itu minimal dilakukan dua bulan sekali yang dilakukan tim provinsi. Dan kabupaten juga melakukan hal yang sama,” kata gubernur dalam rilis Humas Pemprov, Minggu (13/8/2017)

Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengimbau masyarakat di Babel, agar melaporkan kepada aparatur terkait jika menemukan barang atau produk-produk yang di jual di pasar, baik di pasar tradisional maupun pasar modern sudah kadaluarsa maupun rusak. Selain itu, masyarakat agar lebih selektif dalam membeli barang kebutuhan pokok. 

“Yang jelas masyarakat tidak usah resah atas temuan ini. Tim kami berusaha turun ke pasar mencari produk-produk yang memang sudah kadaluarsa dan dipalsukan seperti ini,” ujar Gubernur.

Dengan adanya temuan kasus minyak goreng oplosan ini, lanjut Gubernur, Pemda akan lebih intens lagi kunjungan ke pasar-pasar, dalam rangka lebih memperkecil peluang bagi para pelaku yang berniat untuk memproduksi atau tidak menarik barang yang sudah kadaluarsa seperti ini.

“Temuan minyak goreng oplosan sebanyak lebih kurang 22 ribu ton ini kan karena ada laporan dari masyarakat ke BPOM, kemudian BPOM lapor ke Polda, dan Polda bersama Satgas langsung operasi. Kami sampaikan terima kasih atas temuan ini. Kami tidak mungkin bekerja sendiri. Jadi, informasi dari masyarakat sangat kami perlukan, selama itu benar, dan jangan dibuat-buat,” ungkap Gubernur.

Sementara, Kepala BPOM Pangkalpinang, Rossy Hertati menjelaskan, secara peraturan, barang yang kadaluarsa sudah tidak boleh lagi diperdagangkan. Barang atau produk itu seharusnya  ditarik oleh pabriknya, kemudian dimusnahkan.

“BPOM sendiri, kami ada pengawasan rutin ke sarana distribusi untuk melakukan pemilahan. Kalau barang-barang itu ditemukan kadaluarsa, maka dilakukan pemusnahan,” ujar Rossy. (Ahmad/LG/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00