• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

KPAI Imbau Video Kekerasan Siswa di Sekolah, Tidak Disebarluaskan

13 August
13:47 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku prihatin dengan insiden kekerasan di sekolah yang videonya viral di media sosial. KPAI menerima laporan dan kiriman video kekerasan di sekolah berasrama melalui aplikasi whatsApp dari masyarakat .

Dalam video berdurasi  6 menit 53 detik tersebut  memperlihatkan seorang anak laki-laki yang diduga siswa di jenjang Sekolah Dasar (SD) mengalami kekerasan fisik dari beberapa orang yang diduga teman-temannya. KPAI menduga itu adalah sekolah berasrama atau boarding school karena berada didalam kamar.

“KPAI prihatin atas berbagai kasus kekerasan yang terus menerus terjadi di dunia pendidikan yang semakin masif dan mengerikan. Sekolah yang harusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak didik ternyata justru menjadi tempat yang membahayakan anak-anak,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Radio Republik Indonesia, Minggu (13/8/2017).

KPAI juga menyoroti lemahanya sistem pengawasan di sekolah termasuk sekolah berasrama, siswa berada ditempat itu 24 jam per hari.  Anak yang mengalami kekerasan secara terus menerus akan mengalami depresi, sering sakit, prestasi belajar menurun dan yang paling mengerikan anak bisa memutuskan untuk bunuh diri. Lembaga pendidikan harus bertanggungjawab, karena orangtua sudah mempercayakan anaknya dititipkan di sekolah tersebut.

KPAI segera berkoordinasi dengan dengan pihak berwenang  untuk membantu melacak keberadaan lokasi di video tersebut sehingga KPAI dapat memberikan advokasi pada korban jika lokasinya berada di wilayah hukum Indonesia.  KPAI  juga sudah berkordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika  untuk memblokir vido kekerasan tersebut sehigga tidak bisa di akses lagi.

“Minta Kementerian Keminfo Memblokir. KPAI mengimbau kepada  siapa pun netizen yang mendapatkan kiriman video  kekerasan tersebut, baik melalui aplikasi Facebook, Twitter, line maupun whatsApp  mohon untuk menghapus dan tidak menyebarluaskan video tersebut ke pihak lain dengan aplikasi apapun.  Penyebarluasan video kekerasan tersebut harus segera dihentikan karena akan berdampak buruk bagi korban, pelaku maupun anak-anak yang menyaksikan tayangan video tersebut. (Sgd/Rel/WDA_l

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00