• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Wow, Satu Ton Tomat Melayang di Udara dalam Rempug Tarung Tomat

8 October
18:17 2017
1 Votes (4)

KBRN, Lembang : Suasana pagi itu di kampung Cikareumbi  RW 03 desa Cikidang Kec.Lembang Kab.Bandung Barat Jawa Barat, tidak seperti biasanya. Kesibukan terlihat, warga tua maupun muda bahkan anak-anak, hilir mudik mempersiapkan pesta adat "Hajat Buruan" dan Perang Tomat yang setiap tahun di lakukan turun temurun.

Tumpukan tomatpun terlihat di hampir sepanjang jalan kampung Cikareumbi. Sekitar 1 ton, tomat disiapkan untuk pesta adat tersebut. 

"Ini merupakan adat tradisi yang turun temurun kami lakukan. Sebelumnya, kami juga melakukan adat tradisi Ruat Bumi, yaitu membersihkan sumber mata air yang ada di gunung Hejo, dan berdoa dan bersyukur ke Sang Pencipta, agar air tiap tahun mengalir dan memberikan rejeki kepada warga," ungkap Abah Nanu salah seorang tokoh adat kampung Cikareumbi, Minggu (8/10/2017).

Abah Nanu juga mengatakan, dalam Hajat Buruan, mengandung filosofi meminta kepada Tuhan untuk memberi berkah, menjauhkan dari marabahaya atau hama maupun lainnya. Sedangkan perang tomat mempunyai makna, membuang sifat-sifat buruk manusia. 

"Hajat Buruan, warga membawa tumpeng dan air, kemudian berdoa agar diberi berkah, rejeki, panen yang berlimpah dan dijauhkan dari marabahaya.Sedangkan perang tomat sendiri mengandung filosofi membuang sifat jelek atau yang buruk yang ada di dalam diri manusia," jelasnya.

Setelah Hajat buruan selesai, pesta adat yang dilakukan setiap pada bulan Muharram ini, puncaknya adalah perang tomat. Warga juga mengarak berliling kampung, hasil bumi dan tumpeng sebagai rasaya syukur diberikan hasil panen yang melimpah. Rempug Tarung Tomat atau perang tomatpun dimulai, beberapa pemuda kampung yang memakai tameng, helm perang maupun rompi perang dari ayanaman bambu, saling menyerang, melempar lawan mereka dengan tomat.

Usai para "Kesatria Tomat" itu berlaga, tanpa di komando, ratusan warga pun serentak mengambil tomat yang sudah tersedia dan melamparnya ke warga lain. Tomat pun beterbangan di udara. Keceriaan dan kegembiraan wargapun tampak, meski baju hingga muka mereka, penuh dengan sisa-sisa tomat yang dilemparkan.

"Perang tomat ini hanya ada 2 didunia, di Spanyol dan di kampung Cikareumbi Lembang. Saya minta kadisparbud kab. Bandung Barat untuk menganggarkan gelaran Rempug Tarung Tomat, ajukan ke saya Rp100 juta, saya acc, jangan setiap tahun dari sumbangan warga. Ini merupakan aset kab. Bandung Barat," ungkap Ketua DPRD Kab. Bandung Barat Aa Umbara yang tampak hadir. (AZ/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00