• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Logistik Pengungsi Gunung Agung Terus Mengalir, Relawan: Personel di Posko Pengungsi Minim

11 October
17:34 2017
3 Votes (5)

KBRN, Karangasem : Dua pekan pasca penetapan status Awas (level IV) Gunung Agung, proses pendistribusian logistik dari Posko Komando Tanah Ampo ke masing-masing kantong pengungsian terpantau berjalan dengan baik. Keperluan pengungsi seperti bahan makanan pun terus mengalir dari berbagai pihak, Rabu (11/10/2017).

Tidak sebatas itu, masyarakat yang tergerak hatinya juga masih setia meluangkan waktu untuk menjadi relawan bagi para pengungsi yang terdampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung. 

Selain personil TNI, Polri, Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Karangasem, tidak sedikit warga termasuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan anggota pramuka yang menunjukkan kepedulian dengan menjadi relawan. Salah satunya adalah keberadaan sejumlah pelajar SMA Negeri 6 Denpasar di Posko Komando Tanah Ampo, Karangasem. 

Perwakilan relawan dari SMA Negeri 6 Denpasar, Andreana Yudha ketika ditemui RRI mengakui telah terjun ke sejumlah lokasi pengungsian, dan Posko Komando Tanah Ampo bersama 34 pelajar lainnya. Keberadaan mereka untuk membantu pemantauan proses pendistribusian logistik, dan memberikan pelayanan kepada para pengungsi dibeberapa posko pengungsian. 

"Total kita 34 orang, 34 empat siswa, dari kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Kita dari tadi pagi sudah di posko relawan di Ulakan, sekarang kita bantu-bantu dilogistik," ucapnya. 

Andre mengemukakan, aksi para pelajar ini akan terus dilakukan selama diperlukan. Mereka pun berharap, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung tidak berekses negatif bagi masyarakat. 

"Kalau memang diperlukan mungkin akan terus kita lakukan, ini baru pertama kalinya kita. Untuk sementara baru kali ini saja, tetapi kalau bencana ini, mudah-mudahan saja tidak berkelanjutan, tetapi kalau terjadi yang tidak kita inginkan, mungkin akan ada lagi program berikutnya," katanya. 

Dari hasil pengamatan dibeberapa posko pengungsi, seperti di Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem, ada sejumlah hal menurutnya perlu diperhatikan pemerintah. Diantaranya keberadaan relawan dari instansi terkait yang sangat minim. 

"Kita kurang disini personel dari instansi. Kalau misal di posko induk kan memang banyak ini dari instansi seperti TNI, POLRI, Pramuka, dan lain sebagainya. Tetapi kalau di posko-posko pengungsian itu sangat minim. Tadi kita kesana (Posko Ulakan) BNPB cuma ada 4 orang, relawan cuma ada 3 orang, tidak ada yang membantu lagi. Itu kan mengurus masyarakat yang sebanyak itu kan bukan perkara yang mudah begitu. Cuma diurus oleh 7 orang itu sangat susah untuk pembagian logistiknya," ungkapnya. 

Ditanya soal kepedulian masyarakat utamanya generasi muda terhadap nasib pengungsi Gunung Agung, Andre menilai pelajar di Bali sudah sangat peduli terhadap sesama. Itu dibuktikan dari bantuan yang terus mengalir, dan banyaknya anak-anak muda Pulau Dewata, termasuk dari Sekaa Teruna-Teruni (Perkumpulan Muda-Mudi) yang datang sebagai relawan, atau sekadar menyerahkan sumbangan. (HRO/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00