• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Siapkan Jalur Lahar Dingin Gunung Agung, Kementerian PUPR Normalisasi 10 DAS

11 October
17:36 2017
3 Votes (5)

KBRN, Karangasem : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan normalisasi terhadap 10 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Karangasem. Tujuannya untuk menyiapkan jalur lahar dingin, jika Gunung Agung mengalami erupsi.

Kepala Bidang Sungai dan Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karangasem, Weda Asmara kepada wartawan di Posko Komando Tanah Ampo, Karangasem, Rabu (11/10/2017) menyampaikan, normalisasi itu sesuai pemetaan Kementerian PUPR yang mengacu pada peta rawan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sepuluh titik normalisasi diantaranya DAS Tukad Ringuang, DAS Tukad Buhu, DAS Tukad Nyuling, dan DAS Tukad Batuniti.

"Sepuluh DAS yang terkena dampak. Cuma dalam proses normalisasinya itu baru beberapa titik dulu. Titik-titik yang dinormalisasi ini lebih banyak pada titik-titik yang urgent lah. Artinya dekat dengan kantong-kantong pemukiman. Itu yang diutamakan dulu," jelasnya. 

Berbicara rencana dan strategi relokasi pasca bencana, Weda mengaku Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten Karangasem sudah menyiapkan itu. Salah satunya akan dilakukan dengan pembangunan Hunian Sementara (Huntara). 

"Jadi kalau pasca bencana tentunya bangunan-bangunan yang ditempati oleh pengungsi ini kan tidak mungkin akan selamanya disana gitu. Nah pemerintah pusat itu sudah ada program huntara, hunian sementara. Dan lokasi-lokasinya sudah terdata. Salah satunya di Yeh Malet itu," ungkapnya. 

Sejauh ini Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memang belum mencabut status Gunung Agung. Gunung tertinggi di Bali itu menyandang status Awas (level IV) sejak Jumat 22 September 2017, Pukul 20.30 Wita. Sebanyak 138.268 jiwa masih mengungsi, yang tersebar di 357 titik di 9 Kabupaten Kota di Pulau Dewata. (HRO/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00