• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Melihat Beragam Bumbu Masak Tradisional Aceh

12 October
17:09 2017
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Hari Museum Indonesia diperingati setiap tanggal 12 Oktober. Ada berbagai kegiatan acara yang digelar dalam rangka memperingati hari Museum Indonesia di Banda Aceh, salah satunya pameran temporer bertajuk “Aroma Memikat Dari Dapur Aceh” yang berlangsung di Museum Aceh, di Banda Aceh, Kamis (12/10/2017).

Pameran ini dibuka langsung oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah. Turut hadir juga Kepala Dinas Pariwisata Aceh serta para sejarawan Aceh.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Fahlevi mengatakan, peringatan hari Museum Indonesia ini bertujuan meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal tentang sejarah Aceh serta mencintai berbagai peninggalan masyarakat terdahulu.

“Ini ada beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari Museum Nasional, ada lomba, ada pameran dan berbagai kegiatan lain. Tujuannya apa, sebenarnya kita memperingati hari Museum ini untuk memasyarakatkan tentang Museum, supaya masyarakat mencintai Museum serta meningkatkan minat ke Museum ini lebih tinggi,” kata Reza kepada wartawan.

Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah kepada generasi muda di Aceh supaya lebih meningkatkan minat untuk datang ke Museum dalam rangka mempelajari tentang sejarah, budaya dan peninggalan-peninggalan bersejarah lainya.

“Karena di Museum ini didapatkan banyak ilmu, pendidikan, pengetahuan, dan sejarah kekayaan yang kita miliki. Jadi ini merupakan bagian dari pada kita untuk mengajak terutama generasi muda agar meningkatkan minatnya datang ke Museum.

Alasan mengenai tema tentang bahan masakan, kuliner dan peralatan dapur masyarakat Aceh, menurut Reza, ini sebagai wujud untuk mengenalkan kembali sisi kuliner Aceh yang saat ini sudah mulai dilupakan generasi Millenial.

“Tema itu bisa berganti-ganti, tapi kali ini kita mengangkat tentang dapur itu, kita ingin memperkenalkan nilai-nilai budaya kita, salah satunya dari rempah, olahanya menjadi kuliner dan juga proses penanamanya dan juga jalur perdaganganya. Ini sebuah proses yang perlu kita sosialisasikan agar ini terus lestari. Banyak masyarakat saat ini tidak tahu terhadap produk-produk makanan tradisional Aceh,”  jelasnya.

Sementara itu, Kepala Museum Aceh, Junaida Hasnawati menjelaskan, ada puluhan bumbu dapur yang ditampilkan dalam pameran kali ini. Menurutnya, ini merupakan Museum pertama di Aceh yang menampilkan beragam bumbu dapur masakan tradisional khas Aceh.

“Ada 40 lebih koleksi yang kita pamerkan. Kalau bumbu masak Aceh banyak sekali. Tapi di sini yang kita tampilkan yang biasa umumnya digunakan masyarakat Aceh. Dari peralatan dapur, tempat penyimpanan makanan serat berbagai bumbu rempah-rempah,” ujarnya.

Berbagai macam bumbu atau rempah-rempah yang digunakan masyarkaat Aceh terdahulu untuk memasak bisa dijumpai di Museum ini. Seperti tomat Aceh, daun kari, lada, kunyit, ketumbar, dan masih banyak lagi bumbu masak tradisional Aceh lainya. Tidak hanya itu, alat masak tradisional Aceh juga ada di Museum ini, seperti dapur tradisioanal lengkap dengan kayu bakar, wajan yang terbuat dari tanah serta batu penggiling bumbu masak.  (Mj/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00