• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Indonesia Malaysia Filipina Perangi Terorisme lewat Patroli Trilateral

12 October
17:23 2017
1 Votes (5)

KBRN, Kuala Lumpur: Indonesia bersama Malaysia dan Filipina meluncurkan operasi patroli udara trilateral (TAP), Kamis (12/10/2017) di Pangkalan Udara Subang, Selangor, Malaysia, sebagai bentuk memerangi dan mencegah militansi ekstremis melintasi perbatasan tiga negara.

Menteri Pertahanan Malaysia, Dato Seri Hishammudin Tun Hussein dalam sambutannya (12/10/2017) mengatakan bagaimana ancaman terorisme di Laut Sulu Filipina Selatan telah menjadi kerawanan bagi tiga negara.

“Yang paling memprihatinkan adalah pengaktifan domain maritim ini (Laut Sulu) oleh organisasi teroris sebagai basis operasi. Sifat yang luas dari efek yang ditimbulkan oleh ancaman ini telah menjelaskan bahwa hal itu seharusnya tidak ditangani oleh satu negara saja. Ini memerlukan kerja sama regional di antara negara-negara yang satu visi” jelas Hishammudin, Kamis (12/10/17).

Sementara itu Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu meyakinkan bahwa patroli udara tiga negara ini akan terus dilaksanakan selama dibutuhkan.

"Sampai berapa lama? Ya sampai kawasan ini aman. Setelah itu akan dikurangi patrolinya," jelas Ryamizard kepada RRI, Kamis (12/10/17).

Pihaknya juga menjelaskan bahwa sampai saat ini sudah ada tiga negara di luar ASEAN yang berkeinginan untuk bergabung dalam operasi yang sama.

“Apakah negara lain bisa ikut? Kalau untuk ASEAN tidak masalah. Tapi untuk di luar ASEAN ada tiga negara yang sudah mengirim surat kepada saya, yaitu Menteri Pertahanan China, Amerika Serikat dan Australia. Saya sampaikan, saya akan koordinasi dengan teman-teman di ASEAN. Karena yang paling penting adalah, kita sendiri mampu untuk mengatasi. Kita harus yakin kepada kekuatan sendiri,” tutupnya.

Patroli udara trilateral akan dilakukan pada putaran bulanan dimana  Malaysia mengawali operasi pertama pada November 2017, diikuti oleh Filipina pada Desember 2017  dan kemudian Indonesia pada Januari 2018.

Sementara itu hadir dalam peluncuran tersebut adalah Sekretaris Pertahanan Nasional Filipina, Delfin Lorenzo,  serta perwakilan Menteri Pertahanan Brunei Darusalam dan Singapura, Dato Seri Aziz dan Dr Maliki Osman. (AT/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00