• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Dewan Pers : Tangkal Paham Radikal dan Terorisme Perlu Kerja Bersama-sama

12 October
20:32 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi dalam literasi media sebagai upaya pencegahan dan menangkal paham radikal dan terorisme di Bengkulu mengakui, banyaknya media massa yang tersebar di 34 Provinsi dan lebih 500 kabupaten/ kota di wilayah Indonesia, telah dilaporkan menyebarkan informasi yang berpotensi mengarah hal yang kurang baik, dan melanggar pedoman pemberitaan atau peliputan terorisme.

Bahkan dari laporan yang diterima Dewan Pers, bukan terjadi pada oknum dari media yang tidak professional, tapi juga ada dari media massa yang dipercaya public.

“Kita harapkan kesadaran yang tinggi dari seluruh media, karena setiap hari media telah menjadi referensi bagi masyarakat. Jadi kalau sampai media salah, masyarakat juga akan ikut salah. Oleh karena itu perlu adanya tanggung jawab moral dari media dalam hal bagian yang penting bagi masyarakat agar jangan sampai justru menambah ketakutan dan kekawatiran terkait isu-isu terorisme,” tuturnya, Kamis (12/10/2017).

Lebih jauh Jimmy mengajak, media massa khususnya yang ada di wilayah Bengkulu untuk bersama-sama dan bersatu menciptakan satu semangat kekompakan mencegah dan menangkal terhadap terorisme, termasuk dalam pemberitaan terkait terorisme, media massa jangan berfikir informasi bersifat lebih dahulu, melainkan harus kompak dengan berkoordinasi dengan aparat terkait.

“Dalam pemberitaan setiap isu-isu terorisme, media massa baik itu, cetak, elektronik dan online agar menyampaikan pesan penutup kepada masyarakat untuk tetap bersatu dan jangan pernah takut. Artinya masyarakat teredukasi terkait isu terorisme, apalagi ketika mencari atau mengambil sumber atau referensi dari media social, harus berhati-hati dan diminta tetap menegakan kode etik Jurnalistik,” tuturnya.

Selain itu Ia juga meminta masyarakat agar lebih bijaksana dalam memilah dan memilih media sebagai referensi. Kemudian jangan sekali-kali mengkonsumsi media yang jelas-jelas justru mempopulerkan aksi-aksi terorisme. Tetapi mempercayai media yang mengangkat humanismnya.

“Diharapkan juga masyarakat dan media untuk lebih cerdas dan bijaksana dalam mengelola isu-isu terkait terorisme. Pasalnya jika tidak demikian, dampaknya akan sangat luas di masyarakat,” tutupnya mengakhiri. (rep)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00