• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Konflik PT MJB dan Warga Ngebrak Berakhir Damai

13 October
07:02 2017
0 Votes (0)

KBRN, Kediri : Permasalahan yang terjadi antara PT Merak Jaya Beton (MJB) dengan warga Dusun Grompol, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengreo, Kabupaten Kediri berakhir damai, di Mapolsek Gampengrejo, Kamis (12/10/2017).

Direktur PT Merak Jaya Beton Piet Hendrawan dengan Jesicha Yenny Susanty, SH selaku kuasa hukum warga menandatangani nota kesepakatan, guna mengakhiri konflik yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

Adapun pemicu konflik yang terjadi akibat bocornya tabung produksi, 17 Mei 2017. Hingga, kejadian itu mengakibatkan rumah dan pekarangan warga tertutup debu semen hingga setebal 1 centimeter. Bahkan, debu tersebut bertebaran hingga sejauh 500 meter dari lokasi pabrik. Imbasnya, berkisar 100 Kepala Keluarga (KK) terkena dampak akibat musibah tersebut.

Jesicha Yenny Susanty, SH Kuasa Hukum warga yang tergabung dalam paguyuban masyarakat peduli lingkungan "Insan Cendekia" mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan ini sesuai kesepakatan bersama. Namun dalam penandatanganan ini ada beberapa hal yang menjadi catatan. 

"Ada enam poin tanggapan dari PT Merak Jaya Beton yang sudah disepakati. Meskipun ini dirasakan pahit oleh masyarakat, tapi apa boleh buat, mau tidak mau itu harus dituruti. Dan sebagai catatan, kesepakatan ini hanya berlaku sampai 1 Februari 2018, jadi masyarakat memberikan kesempatan perusahaan beroperasi kembali sesuai isi nota kesepakatan itu," tuturnya di Mapolsek Gampengrejo, Kamis (12/10/2017).

Dengan nota kesepakatan ini, Jesicha menegaskan, masyarakat akan berlaku komitmen dalam perjanjian tersebut sehingga tidak ada konflik kembali dalam operasional pabrik beton milik PT Merak Jaya Beton.

Selanjutnya, dalam isi nota kesepakatan itu, PT Merak Jaya Beton wajin memperhatikan empat hal yakni, menanggulangi dan mengantisipasi dampak polusi udara berupa debu, mengatasi kebisingan akibat produksi dimalam hari, tidak memperpanjang kontrak sewa tanpa persetujuan dan izin warga yang bernaung didalam paguyuban 'Insan Cendekia', serta jika hal yang sudah disepakati tidak dilaksanakan perusahaan maka masyarakat akan melalukan aksi kembali.

Kemudian, PT MJB, perusahaan beton asal Surabaya tersebut dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada warga, siap memberikan bantuan operasional paguyuban sebesar Rp 6 juta setiap bulannya sampai berakhir masa kontrak. 

"Ini bukan kompensasi, namun dalam kesepakatannya hanya bantuan operasional yang nanti digunakan paguyuban untuk melakukan kegiatan terkait dengan lingkungan," jelas Jesicha.

Terpisah, Direktur PT Merak Jaya Beton Piet Hendrawan saat dikonfirmasi terkait penandatanganan nota kesepakatan enggan berkomentar. Pihaknya melimpahkan masalah itu pada kuasa hukum warga dan pihak desa.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga sekitar pabrik beton PT Merak Jaya Beton Kediri, terus melakukan aksi segel agar perusahaan tersebut tidak beroperasi sebelum terdapat kejelasan akibat dampak yang ditimbulkan. Beberapa kali warga menghentikan paksa aktifitas pabrik karena pihak perusahaan belum memberikan ganti rugi terhadap warga pasca meletusnya tabung produksi pengelolaan beton semen milik perusahaan itu. (bud/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00