• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Polres Agam Turunkan 250 Personel Amankan Tour de Singkarak 2017

22 November
22:49 2017
0 Votes (0)

KBRN, Agam : Sebanyak 250 personil Polisi Resort (Polres) Agam siap mengamankan pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) 2017, yang bakal melewati wilayah hukum Polres Agam pada etape VI dan VIII nanti. 

Kapolres Agam AKBP Ferri Suwandi mengatakan, personil yang dikerahkan belum termasuk pesonil dari Dinas Perhubungan Agam, Satpol PP dan Damkar Agam serta Kodim. Jumlah keseluruhan lebih kurang 300 personil.

"Etape VI berlangsung pada Kamis (23/11/2017) besok, dengan lokasi start di Kota Pariaman, dan finish di Kabupaten Pasaman Barat. Personil ditempatkan di perbatasan Agam dengan Pariaman, dan Agam dengan Pasaman Barat," terangnya, usai memimpin Apel Gelar pasukan Pengamanan TdS di Makopolres Agam, Rabu (22/11/2017).

Sedangkan etape VIII dilaksanakan pada Sabtu (25/11/2017), star di Kabupaten Padang Pariaman finish di Ambun Pagi, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

"Menjelang pembalap masuk wilayah Agam, jalur harus benar-benar steril, dan tidak ada gangguan, baik ternak maupun hal lainnya yang bersifat mengganggu kelancaran acara tersebut," terangnya.

Dengan demikian, sambung Ferri Suwandi, pihak Polres Agam nanti akan melakukan rekayasa lalulintas dan mengalihkan kendaraan pada jalur alternatif yang telah ditentukan, di mana sebelum kendaraan masuk pada jalur TdS, kendaraan sudah diarahkan pada jalur alternatif dengan sistem buka tutup.

“Penutupan jalan dilakukan lebih kurang selama dua jam. Untuk itu ia meminta masyarakat atau pengguna jalan lainnya memaklumi hal tersebut, agar iven berskala internasional tersebut bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Ferri Suwandi menambahkan, di kelok 44 memang terdapat jalan terban akibat longsor beberapa bulan lalu, tapi masih bisa dilewati. Bahkan pihaknya juga bakal melakukan pengamanan ekstra, dengan menempatkan dua atau delapan personil di lokasi tersebut, agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan nantinya.

"Disamping itu, kita juga menempatkan personil di setiap kelok, agar lebih amannya pelaksanaan TdS saat melalui wilayah Agam. Maka dari itu diminta pada warga agar mengikat, dan mengurung ternaknya selama jalur dekat rumahnya di lalui para pembalap, agar tidak mengganggu keamanan dan kesterilan jalur."

"Untuk mengantisipasinya, kami juga bakal memasang pagar hidup, yang tergabung dari personil, lembaga masyarakat dan pelajar,” ungkapnya. (YPA/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00