• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

WFP Akan Hentikan Bantuan Pangan ke Ukraina Timur

7 December
08:18 2017
2 Votes (0)

KBRN, Kiev: Badan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) mengumumkan akan menghentikan penyaluran pangan kepada masyarakat terdampak perang di Ukraina Timur,  pada akhir Februari 2018, akibat kekurangan dana, meski terjadi peningkatan jumlah warga setempat yang kelaparan.

"Kegiatan WFP untuk memberikan bantuan pangan kepada mereka yang rentan, akibat terdampak konflik di bagian timur Ukraina akan dilanjutkan selama dua bulan pada musim dingin ini, dan kemudian akan diberhentikan," kata juru bicara WFP, Kamis  (7/12/2017).

Ia mengatakan,  bahwa WFP mulai kekurangan sumber daya, sehingga telah mempersulit keadaan bagi badan tersebut untuk mempertahankan kegiatannya di Ukraina.

Ia pun mengemukakan, WFP akan tetap berada di Ukraina timur untuk melakukan kegiatan terbatas, setidak-tidaknya hingga pertengahan 2018 dan akan terus memantau situasinya.

Langkah tersebut diambil ketika pertempuran antara pasukan Pemerintah Ukraina dan pemberontak pro-Rusia di wilayah timur mencapai musim dingin keempatnya, dan sekira 1,2 juta warga Ukraina berjuang untuk melawan kelaparan dalam tabel tahun ini, naik dari 620.000 pada 2016, demikian data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dikutip Thomson Reuters.

"Warga yang kekurangan makanan pada dasarnya meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, dan WFP tidak memiliki dana untuk melanjutkan kegiatannya," kata Perwakilan Utama PBB di Ukraina, Neal Walker.

Lebih dari 10.000 orang, termasuk 2.500 warga sipil Ukraina tewas sejak kekerasan pecah pada 2014, dan 1,6 juta lagi terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka.

Perang telah mempengaruhi hampir satu dari 10 warga Ukraina, meninggalkan lebih dari 3 juta orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Tahun lalu, PBB meminta dana sekitar 200 juta dolar AS untuk mengatasi krisis, sebuah "permohonan batuan dana yang sangat kecil" dibandingkan permohonan dana kemanusiaan dunia yang bernilai 22,2 miliar dolar AS, kata Walker.

Sejauh ini mereka hanya menerima dana kurang dari 30 persennya, kata Walker menambahkan. (Ant/Evie AD/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00