• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Dua Atlet Lari NTT Meriah 2 Medali di Hari Pertama Kerjunas Atletik di Jakarta

7 December
09:40 2017
3 Votes (4.3)

KBRN, Kupang: Dua dari sembilan atlet atletik Nusa Tenggara Timur (NTT) meriah dua medali dihari pertama pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kerjurnas) Atletik di Stadion Rawamangun Jakarta Utara, Rabu (6/12/2017). Dua medali tersebut adalah medali perak dan perunggu.

Medali perak dipersembahkan atlet senior Adriana Waru difinal nomor 5000 meter puteri dengan catatan waktu 18.34.77 menit. Medali perunggu diraih pelari senior andalan NTT Meri Paijo dinomor 5000 meter puteri dengan catatan waktu 18.41.12 menit.

Dua atlet atletik NTT ini tertinggal waktu dari Odekta Naitboho asal DKI Jakarta dengan catatan waktu 18.22.25 menit. Kepada RRI, Ketua Umum Pengurus Provinsi PASI Nusa Tenggara Timur melalui Sekertaris Eduard Sety mengatakan final Kejurnas Atletik tersebut disaksikan langsung Ketua Umum PASI NTT Esthon L. Foenay, dan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora NTT Hildegardis Bria Seran di Stadion Rawamangun. Dijelaskan, sesuai jadwal pada, Kamis (7/12/2017) pagi berlangsung final puteri 1.500. NTT menurunkan dua atlet terbaiknya yakni, Afriana Paijo dan Adel P. Sanam.

Dua atlet lari ini diharapkan mengikuti jejak dua seniornya yang terlebih dahulu mendulang dua medali untuk kontingen Nusa Tenggara Timur.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Provinsi Nusa Tenggara Timur Esthon L. Foenay yang dihubungi RRI di Jakarta, Kamis (7/12/2017) pagi mengakui hasil yang ditorehkan atlet-atlet lari NTTT. Menurut Esthon Foenay, kejayaan prestasi atletik Nusa Tenggara Timur selalu terukir setiap tahunnya, bahkan tidak pernah absen menyumbang medali bagi kontingen NTT pada setiap event nasional.

“Hal yang sangat luar biasa kita masih memperoleh juara. Dan terimakasih sekali karena anak-anak kita berjuang dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga. Ini menunjukan bahwa prestasi dan reputasi NTT untuk cabang olahraga atletik tetap jaya dari dulu sampai sekarang ini. Semua ini karena kerjasama semua pihak dalam membina atlet-atlet kita menghadapi setiap event olahraga,” ujar Esthon Foenay dari Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Selain Kejuaraan Nasional Atletik, Pengurus PASI NTT yang diwakili Ketua Esthon L. Foenay dan Sekertaris Eduard Sety juga terpantau sedang mengikuti Rapat Anggota PB PASI di Jakarta.

Menurut Sekertaris Eduard Sety, salah satu agenda penting yang dibicarakan dalam Rapat tersebut adalah, persiapan PON XX Tahun 2020 di Papua.

Edu Edty menjelaskan, dua hal utama yang menjadi pembahasan terkait PON XX 2020 di Papua adalah batas usia atlet ditetapkan antara 18-35 tahun yang beloh mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Sementara jumlah nomor dan peserta juga dibatasi yakni, 23 nomor puteri, 23 nomor putera dan jumlah atlet kurang lebih 300 orang.

Terkait hal ini, PASI NTT akan mempersiapkan atlet-atlet andalan yang pernah mengikuti event serupa pada tahun-tahun sebelumnya, dan persiapan atlet PPLP yang diproyeksi bisa lolos kategori usia diatas 18 tahun. (AT/AKS) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00