• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menag : Masalah Palestina bukan hanya masalah Umat Islam semata

7 December
15:25 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bogor : Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin menekankan, permasalahan yang menyangkut Palestina bukan hanya masalah umat Islam.

Menurut Lukman, sikap Indonesia sudah berdasarkan amanat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar karena menyangkut hak kemerdekaan orang dan negara, sehingga menjadi masalah dunia.

Kecaman Indonesia terhadap sikap sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel sangat tegas. Indonesia tetap konsisten mendukung rakyat Palestina dalam mendapatkan kemerdekaannya. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin kepada wartaan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada (07/12/17) menjelaskan, bahwa permasalahan yang menyangkut Palestina bukan hanya masalah umat Islam.

Menurut Lukman, sikap Indonesia sudah berdasarkan amanat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar karena menyangkut hak kemerdekaan orang dan negara, sehingga menjadi masalah dunia. Lukman menuturkan pemindahan ibukota telah mengingkari Resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

"Masalah Palestina itu tidak hanya semata-mata masalah umat Islam saja, tetapi ini hakekatnya sudah menjadi amanat pembukaan UUD kita, dimana bahwa setiap orang harus dijamin hak kemerdekaannya. Dan kemerdekaan rakyat Palestina itu secara konsisten itu telah ditunjukkan oleh Presiden Jokowi. Di berbagai forum internasional beliau selalu mengatakan dan ini sejak pemerintahan sebelum beliau. Jadi Indonesia selalu konsisten bahwa bagaimana pun juga, Indonesia berada di belakang rakyat Palestina untuk bisa mendapatkan kemerdekaannya. Dan ketika kebijakan ini, memindahkan ibukota, itu artinya mengingkari. Jadi ini tidak hanya sekedar problem umat Islam semata, tapi ini problem kemanusiaan, ini problem upaya orang mendapatkan hak kemerdekaan. Jadi ini menjadi problem kita semua," ujar Menag Lukman.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, bahwa dirinya akan menghadiri Sidang Organisasi Kerjasama Islam yang akan dilaksanakan pada pertengahan Desember2017. Adapun mengenai hubungan diplomatik, Presiden Jokowi mengatakan akan dilanjutkan oleh Kementerian Luar Negeri RI. (PR/Foto : ISTIMEWA/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00