• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sidang Bakso Babi di Takengon Ditunda

7 December
15:57 2017
1 Votes (1)

KBRN, Takengon : Sidang perkara bakso yang terindikasi spesies babi ditunda hingga Senin (11/12/2017), dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Ahmad Sukarwi Aziz, warga Blang Kolak II, Aceh Tengah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU-I) Dedet Darmadi, SH, mengatakan, penundan itu lantaran pihaknya sedang menyusun surat tuntutan terhadap terdakwa.

Semula kata Dedet, sidang dijadwal pada Rabu (6/12/2017) dengan agenda pembacaan tuntutan. 

Ia mengaku, pasal yang disangkakan terhadap terdakwa masi merujuk pada pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf H UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo pasal 120 ayat 1 jo pasal 53 ayat 1 huruf B UU RI No 3 tahun 2017 tentang Perindustrian jo pasal 106 jo pasal 24 ayat 1 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Perdagangan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan atau denda Rp.2 M. 

"Ini lagi kita susun surat tuntutannya, Senin (11/12/2017), akan kita sidangkan," kata Dedet ditemui rri diruang kerjanya, (7/12/2017).

JPU juga telah menahan terdakwa sejak 17 Oktober 2017 di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Takengon. Begitupun, Jaksa juga telah menyita mesin produksi bakso milik terdakwa dan sejumlah dokumen.

Dilokasi produksi bakso milik terdakwa Ahmad Sukarwi Aziz terlihat sepi. Tidak ada aktifitas penggilingan bakso di sana. Gudang yang semula digunakan sebagai tempat penggilingan juga tampak tetutup rapat. 

Semula, Ahmad Sukarwi Aziz sempat menghirup udara segar setelah penyidik Polres Aceh Tengah sempat memberikan penangguhan penahanan. Pemberian penangguhan itu lantaran terdakwa dinilai koperatif.

http://rri.co.id/post/berita/356145/daerah/plt_bupati_aceh_tengah_berang_soal_beredarnya_bakso_daging_babi_di_takengon.html

Sebelumnya, produksi bakso terindikasi spesies babi Ahmad Sukarwi Aziz, semakin menguat setalah Balai Veteriner Medan mengeluarkan hasil positif. (M/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00