• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dinkes Kirim Obat Anti Bisa Ular Kepada Korban Banjir di Aceh Utara

7 December
16:36 2017
0 Votes (0)

KBRN, Aceh Utara : Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Aceh mengirimkan logistik obat-obatan kepada para pengunsi yang menjadi korban banjir di kabupaten Aceh Utara, Aceh. 

Adasekitar 50 dus obat dari berbagai jenis telah didistribusikan dari Banda Aceh menuju ke Aceh Utara. Diantara 50 dus jenis obat tersebut, Dinkes juga mengirimkan obat anti bisa ular.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif mengatakan, menurut pemantauan yang dilakukan oleh pihaknya ke Aceh Utara dua hari lalu stok obat yang dimiliki di tempat pelayanan kesehatan tidak mencukupi untuk kebutuhan pelayanan kesehatan kepada pengungsi.

“Yang saya lihat saat saya mendatangi ke kabupaten Aceh Utara itu tempat pelayanan kesehatan kehabisan salap gatal kulit, sirup obat batuk, sirup paracetamol, sirup antibiotik dan sejumlah obat lainya, disamping itu saya juga membawa stok obat anti bisa ular,” kata dr. Hanif di Banda Aceh, Kamis (7/12/2017).

Dia mendapat informasi bahwa ada tiga korban di kecamatan Lhoksukon yang digigit ular, sehingga pihaknya membawa obat anti bisa ular. 

“Kejadian di Lhoksukon di kotanya. Menurut laporan ada tiga orang yang digigit ular, sehingga kita membawa 10 paket obat anti bisa ular. Stok obat anti bisa ular tersebut kita serahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. Yang penting stok ada dinas, nanti kalau butuh tinggal minta saja,” ujar Hanif.

Hanif mengungkapkan, warga di Aceh Utara mulai terserang penyakit gatal-gatal akibat terpapar genangan banjir. Ada juga sebagian warga yang menderita penyakit kronis seperti asma kambuh dan rematik.

Mengenai pelayanan kesehatan, Hanif menyebutkan sejumlah tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas terendam banjir sehingga aktivitas lumpuh total.

“Sejumlah puskesmas lumpuh tidak bisa beroperasi karena terendam banjir tapi pelayanan kesehatan tetap berjalan karena kita petugas di sana (Aceh Utara) sudah mendirikan posko kesehatan di lokasi yang tidak tergenang banjir,” katanya.

Banjir di kabupaten Aceh Utara merendam ribuan rumah warga dan sejumlah fasilitas infrastruktur di 23 kecamatan. Sedikitnya, 15 ribu warga mengungsi di delapan kecamatan. Banjir terparah berada di kecamatan Lhoksukon dengan ketinggian air mencapai 1-2 meter. 

Banjirjuga sempat menggenangi badan jalan lintas Nasional Medan-Banda Aceh sehingga akses transportasi sempat terganggu. Kondisi terkini dilaporkan, banjir sudah mulai surut. (Mj/AA/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00