• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Staf Ahli Menkominfo: Masalah Kita Bukan Kemiskinan

7 December
18:43 2017
0 Votes (0)

KBRN,  Surakarta : Perubahan perilaku terjadi,  karena Pola Pikir dan bukan karena Teknologi, tetapi Teknologi Informasi dan Komunikasi harus diakui yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial.

Demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Informatika, Lala M Kolopaking,  saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional yang berlangsung  di kampus Universitas Slamet Riyadi UNISRI Surakarta, Kamis (7/12/2017).

Saat ini,  di Indonesia tercatat 132,7 juta pengguna internet, baik hanya untuk sekedar mengisi waktu luang, sosialisasi, hiburan, pendidikan,  bisnis dan pedagangan, bahkan terbanyak 31,3 juta untuk update informasi.

Teknologi Digital menurutnya, dapat mengatasi ketimpangan sosial, karena persoalan Indonesia saat ini, bukanlah kemiskinan.

"Saat ini,  masalah kita bukanlah kemiskinan. Masalah kita ketimpangan, kalo kita berdigital, kemudian lupa kalo masih harus menjaga NKRI kita.  Oleh karenanya teknologi digital dapat mengatasi ketimpangan, salah satunya adalah adanya hubungan teknologi dari Sabang sampai Merauke, itu keuntungan dari kita," ungkapnya.

Data menunjukkan, pengguna internet terbanyak di Indonesia dari golongan usia muda, dan dalam 5 tahun terakhir,  terjadi perubahan perkembangan sektor ekonomi dari sebelumnya manufaktur menjadi sektor jasa. Pihaknya optimis potensi pasar Indonesia yang cukup besar, akan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Seminar Nasional yang diprakarsai Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi, mengambil thema menuju Ekonomi Digital Dalam Dunia Kerja dan Bisnis,  juga menghadirkan narasumber Enterpreneur penggerak Bukalapak Joko Purwono dan Ekonom dari Universitas Muhammadiyah Surakarta,  Dr. Anton Agus Setyawan. (Dyah Supono/Evie/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00