• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Lakukan Ujaran Kebencian

7 December
19:09 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Pidang Pembelaan Profesi Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi), Tasman Gultom menilai Eggi Sudjana tak dapat dipidanakan atas kasus dugaan ujaran kebencian (Hate Speech). 

"Menurut kami pernyataan-pernyataan Eggi itu adalah murni buah pikirnya saja, diduga keras tidak ada niatan ujaran kebencian terhadap ajaran-ajaran agama lain," kata Tasman dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/12/2017). 

Dalam jumpa pers itu, Tasman didampingi Wakil Sekretaris Bidang Pembelaan Profesi Bahrain dan Anggota Bidang Pembelaan Profesi lainnya yakni, Andrian Bayu Kurniawan, Justiarta Hadiwinata, Andra Reinhard Pasaribu dan Riana.

Peradi, dalam kasus ini diminta sebagai ahli untuk menjelaskan ada atau tidak unsur pidana dalam pernyataan Eggi seusai sidang terkait Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Peradi berpendapat bahwa Eggi tidak menyalahi undang-undang. 

"Kalaupun tidak terdaftar, kami tetap bersedia memberikan keterangan secara proporsional dan profesional terhadap seluruh Profesi Advokat Indonesia," papar Tasman. 

Sebagaimana diberitakan, video wawancara Eggi Sudjana dengan wartawan yang menyebut agama Kristen, Hindu, dan Budha bertentangan dengan Pancasila dan harus dibubarkan menjadi viral di media sosial.

Mengutip situs mahkamahkonstitusi.go.id, awalnya Eggi Sudjana mengajukan gugatan terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas) ke MK.

Dalam sidang di MK, Eggi berpendapat, jika Perppu Ormas tetap diberlakukan, maka pemerintah harus konsisten menjalankan aturan tersebut. Menurut Eggi, asas Ketuhanan Yang Maha Esa hanya ada dalam ajaran Islam. 

Egi sendiri sudah membantah bahwa ucapannya itu bertujuan untuk mendiskreditkan agama selain Islam. Hal itu lebih ditujukan bagi efek Perppu Ormas bagi kelangsungan organisasi keagamaan. (SHS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00