• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

MUI: Keputusan Trump Terkait Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel adalah Agresi

7 December
19:46 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menolak keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel. Menurut Din keputusan tersebut adalah bentuk dari agresi, provokasi dan radikalisme yang nyata.

"Mengecam keras dan menolak keputusan tersebut yang merupakan bentuk agresi, provokasi dan radikalisme yang nyata," ujar Din kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Din menambahkan, Yerusalem selama ini masih dipersengketakan oleh Palestina dan Israel.

"Ini provokasi, dunia internasional yaitu PBB harus mengatakan ini tindakan yang tidak dsapat dibenarkan," tuturnya.

Din mengajak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk melakukan langkah politik dan diplomatik guna membatalkan atau mengabaikan keputusan tersebut.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat.

"Israel adalah negara yang berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnya untuk menentukan ibu kotanya sendiri," kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, seperti dilansir dari AFP.

Pemerintah AS juga memulai memproses perpindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Aksi ini merupakan salah satu pemenuhan janji kampanyenya kepada para pemilihnya.

"Pengakuan ini merupakan sebuah fakta penting untuk mencapai perdamaian," tambahnya. (LS/SHS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00