• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ribuan Hektar Lahan Pertanian di Aceh Utara Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

7 December
22:11 2017
0 Votes (0)

KBRN, lhoksukon : Musibah bencana banjir yang melanda kabupaten Aceh Utara, provinsi Aceh merendam ribuan rumah dan sejumlah fasilitas infrastruktur. Aktivitas warga dilaporkan lumpuh total karena banjir yang melanda di 23 kecamatan itu ketinggian air berkisar satu hingga dua meter.

Dampak dari musibah banjir, warga mengalami kerugian harta benda, termasuk ribuan hektar lahan pertanian juga terancam gagal panen.

Menurut pendataan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, hampir tujuh ribu hektar lahan pertanian milik warga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara Syariffuddin di Aceh Utara, Kamis (7/12/2017) mengatakan, lahan pertanian padi yang telah ditanami oleh para petani di wilayah itu sebagianya sudah memasuki musim panen.

Menurut pantauan di lapangan, kondisi padi terlihat berlumpur karena terendam banjir dan kemungkinan besar para petani mengalami kerugian yang cukup besar.

“Jumlah lahan pertanian yang terancam gagal panen mencapai 6.971 hektar sawah karena semuanya terendam. Itu ada di 16 kecamatan dari 27 kecamatan yang ada di Aceh Utara,” kata Syarifuddin.

Dia menjelaskan, hampir sebagian besar lahan pertanian milik warga di Aceh Utara baru memasuki masa tanam. “Rata-rata bibit padi yang baru ditanam masih berusia 20 hari, dan ada yang sudah memasuki 104 -120 hari masa taman, itu mau masa panen. Kalau yang paling banyak lahan persawahan yang baru tanam,” ujarnya.

Sejauh ini, Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Aceh Utara belum bisa menghitung berapa jumlah kerugian akibat gagal panen ini.

“Nilai kerugian belum bisa kita hitung. Jika dikalkulasikan jumlah produktivitas lahan pertanian rata-rat mecampai enam ton, harga gabah sekitar 5 ribu per kilogram. Namun jumlah yang real belum kita hitung,” katanya.

Sarifuddin menambahkan, untuk langkah penanggulangan pasca bencana banjir, pihaknya akan mengusulkan anggaran kepada pemerintah untuk memperbaiki kembali area persawahan yang terendam. sejauh ini pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan terkait jumlah kerugian dan luas lahan pertanian yang terancam gagal panen.

“Kita akan coba usulkan ke pusat. Kita tetap memperhatikan masyarakat yang terkena banjir,” pungkasnya. (Mj/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00