• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Akui Jerusalem Ibukota Israel, AS Sebut Tetap Dukung 'Two-State Solutions'

8 December
06:14 2017
0 Votes (0)

KBRN, Serang : Duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan mengatakan, Amerika Serikat (AS) tetap mendukung proses perdamaian Palestina dan Israel melalui kerangkan two-state solution, meskipun presiden Donald Trump telah menetapkan Jerusalem sebagai ibukota Israel.

“Saya juga menekankan komitmen Amerika Serikat untuk tetap mencapai kesepakatan damai antara Palestina dan Israel. Pada pertemuan tadi saya juga menjelaskan bahwa kami (Amerika Serikat) tetap mendukung two-state solution,” ujar Donovan ketika memenuhi panggilan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi di sela-sela pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF) ke 10 di Serang, Banten.

Donovan menambahkan, komitmen presiden Trump itupun termuat dalam pernyataan yang disampaikannya dan dipublish melalui situs resmi kedutaan Amerika Serikat.

Di mana, umat Muslim, Kristen, dan Yahudi tetap memiliki kebebasan untuk berdoa di Jerusalem. Meski, sempat adanya ketidakakuratan terjemahan dalam versi bahasa Indonesia dan menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya juga membacakan kembali (pernyataan Trump) bahwa presiden Trump menegaskan status quo situs suci bukit Kuil dan Haram Al Syarif harus tetap ada. Tadi saya juga menjelaskan tentang kontradiksi terjemahan dalam bahasa Inggris dan Indonesia, yang saya gunakan hari ini (Kamis) pada pernyataan saya. Presiden Trump juga mengungkapkan didalam pengumumannya bahwa Jerusalem kini dan harus terus menjadi tempat warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib dan Muslim berdoa di masjid Al-Aqsa,” paparnya.

Menlu Retno Marsudi mengatakan, pada pertemuannya bersama dubes Amerika Serikat ia menegaskan kembali mengenai posisi Indonesia, terhadap keputusan presiden Trump.

“Bahwa Indonesia menilai keputusan menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Israel sangat membahayakan proses perdamaian,” tegas Retno.

Selain itu, Menlu Retno juga mengharapkan ketidakakuratan terjemahan pernyataan yang dikeluarkan oleh kedubes Amerika Serikat tidak terulang kembali. Terlebih, jika hal itu justru memburamkan kondisi riil yang ada.

“Jadi, saya kira sudah cukup jelas status rilis tersebut versi bahasa Indonesia tidak benar. Jadi, saya mohon tidak ada lagi miss spekulasi maupun miss interpertasi terhadap semua proses yang sudah dijalankan oleh pemerintah Indonesia yang dari sejak awal kita sudah menyampaikan posisi yang sangat jelas. Pada saat itu bahkan belum diputuskan kapan, beliau (dubes AS-red) masih mengatakan belum sampai keputusan final kita sudah menyampaikan pesan yang sangat keras,” papar Retno Marsudi.

Sebelumnya, bertepatan dengan pembukaan BDF ke 10 di Serang, Banten, keputusan presiden Donald Trump untuk mengakui secara administratif Jerusalem sebagai ibu kota Israel, turut menjadi perhatian para partisipan.

Mereka menyesalkan keputusan Trump tersebut dan mengkhawatirkan hal itu justru akan menghambat proses perdamaian antara Palestina dan Israel yang saat ini tengah berlangsung.

Selain, pada hari yang sama presiden Joko Widodo juga memerintahkan menlu Retno Marsudi untuk memanggil dubes Amerika Serikat dengan agenda kembali menegaskan sikap Indonesia terhadap keputusan presiden Trump yang melukai hati rakyat Palestina dan dunia itu. (RM/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00