• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pukat UGM Harap KPK Tolak Tawaran Setya Novanto

11 January
19:39 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Hifdzil Alim berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menerima penawaran terdakwa E-KTP Setya Novanto untuk menjadi justice collaborator (JC).

Menurut Hifdzil KPK sudah memiliki bukti kuat keterkaitan orang-orang penting dalam mega korupsi E-KTP sehingga tidak memerlukan informasi lagi dari Setya Novanto.

"Saya kira KPK tidak perlu mengiyakan permohonan justice collaborator karena KPK sudah punya instrumen yang cukup kuat untuk memiliki bukti besar dan meyakinkan hakim bahwa korupsi E-KTP  ini telah menjerat semua orang yang penting-penting," kata Hifdzil dalam wawancara bersama RRI di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Hifdzil menambahkan meski Novanto belum mengakui secara gamblang keterkaitannya dengan kasus yang merugikan negara Rp2,3 triliun itu, Hifdzil yakin Novanto telah mengakui secara terang-terangan sejak Novanto mengajukan JC.

"Secara tidak langsung dia (Novanto-red) mengakui bahwa dia melakukan perbuatan itu, justice collaborator kan pelaku yang mau bekerjasama dengan penegak hukum dan mendapatkan insentif berupa keringanan hukuman, kalau Novanto mengakui ada pelaku utama yang terlibat saya belum meneliti dalam hal itu," tuturnya.

Setya Novanto mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama. Menurut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, salah satu syarat untuk mendapatkan status JC tentunya Novanto harus mengakui perbuatannya.

Novanto pun diharapkan terbuka dengan membongkar pihak-pihak lain yang berperan lebih besar darinya. Sejauh ini Novanto masih belum mengatakan ke publik siapa yang akan diungkapnya.

Padahal dalam beberapa kali kesempatan, baik ketika Novanto menjadi saksi atau tersangka--Novanto selalu membantah terlibat kasus e-KTP. Hingga saat ini belum terucap dari Novanto apakah dia mengakui perbuatannya atau tidak.

Saat ini menurut Febri, pimpinan KPK sedang mempelajari dan mempertimbangkan pengajuan diri Novanto sebagai justice collaborator. Nantinya keputusan pimpinan KPK akan menentukan nasib Novanto selanjutnya. (LS/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00