• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda NTB Tangkap Pelaku Asusila Modus Facebook dengan Korban 4 Pelajar

12 January
18:26 2018
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, menangkap pelaku tindak pidana kesusilaan melalui Facebook dengan korban 4 orang siswi,  pelajar SMA di Kota Mataram

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, KBP Syamsuddin Baharuddin, dalam keterangan pers, Jumat siang (12/1/2018) menjelaskan,  pelaku berinisial I alias AR berusia 25 tahun warga Mataram  berhasil ditangkap.

Penangkapan terhadap pelaku I alias AR berlangsung, Kamis (11/1/2018) saat tersangka janjian terhadap salah satu korban siswi SMP berinisial A disalah satu tempat.

Hasil pemeriksaan menurut KBP Syamsuddin Baharuddin, tersangka melancarkan aksinya terhadap korbannya berinisial A (16) yang masih duduk di bangku SMA kelas I. Mereka berkenalan lewat BBM sejak  Juli 2016,

Dua pekan saling bertukar pesan, tersangka membujuk rayu, lantas meminta korban untuk mengirimkan foto-foto bugil. “Tersangka dikirimi 14 foto korban,” ungkapnya, KBP Syamsuddin Baharuddin yang didampingi Kabid Humas, AKBP Tribudi Pangastuti dan Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak NTB, Joko Jumadi.

Sampai tahun 2017, pelaku I alias AR bahkan  meminta korban untuk berhubungan badan. Sambil mengancam apabila tidak dipenuhi maka foto bugil korban akan disebarkan lewat Facebook.

“Motifnya tersangka mau menyebarkan itu untuk memuaskan hasrat seksualnya yang suka terhadap anak-anak di bawah umur. Pelaku ini sasarannya pelajar,” terang, KBP Syamsuddin.

Takut dengan ancaman tersangka, korban lantas menghapus kontak tersangka dan tidak lagi menjalin komunikasi.

Sekitar September 2017 tersangka AR mencari mangsa lagi.  Ada tiga korban yang menjadi incarannya. Salah satu diantaranya, dia berkenalan lagi dengan pelajar lainnya berinisial N (16).

Lewat fitur pesan Facebook, tersangka mengirimkan kepada “N” foto-foto bugil korban untuk menunjukkan bahwa dirinya pernah sukses menyetubuhi wanita, padahal tidak.

Tersangka mengajak bertemu calon korban kedua dengan ekspektasi bisa menyetubuhi. Kenyataan tak sesuai harapan tersangka. Bukannya korban  yang datang, tetapi malahan polisi yang tiba dan langsung melakukan penangkapan pada kamis (11/1/2018).

Dalam penangkapan itu, polisi menyita  barang bukti ponsel pintar, kartu SIM GSM, kartu memori 4 Gb, dan akun Facebook atas nama Arya Wang Bang Pinatih.

Sejauh ini, dalam kasus itu polisi  telah memeriksa tujuh orang saksi, ahli bahasa, dan ahli pidana.

Direktur Reskrimsus Polda NTB, KBP Syamsuddin Baharuddin, mengatakan, tersangka diduga tanpa hak mendistribusikan konten elektronik yang melanggar kesusilaan.

Tersangka dikenai pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 ayat 1 dan asal 27 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 3 UU RI No 19/2016 tentang perubahaan atas UU RI No 11/2008 tentang ITE.

Kini tersangka sudah mendekam di penjara untuk menanti hukuman sesuai pasal yang dilanggarnya, yakni penjara paling lama enam tahun dan denda Rp 1 miliar.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak NTB, Joko Jumadi, menegaskan pelajar yang masih di bawah umur kerap menjadi korban perbuatan asusila. Anak yang belum dewasa psikologisnya masih labil sehingga rentan dipengaruhi perbuatan yang merugikan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan psikologis terhadap para korban, untuk mengetahui trauma yang dialaminya mereka dalam kasus tersebut,” ujar Joko Jumadi.

Sedangkan Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra, Tribudi Pangastuti berharap kepada para orang tua, dengan perkembangan IT saat ini, diharapkan para orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya terutama dalam penggunaan dan pemanfaatan media sosial.

“Media sosial meski ada sisi positifnya, tetapi juga ada sisi negatifnya. Pengaruh negatif inilah yang kita  perlu memberikan pemahaman kepada anak-anak  untuk berhati-hati dalam penggunaan medsos,” jelas Tribudi Pangastuti.

Tribudi, menambahkan penyidik dalam hal ini juga akan memeriksa psikologis tersangka untuk mengetahui apakah tersangka mengalami kelainan  gangguan jiwa atau tidak. (ZA/WDA)  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00