• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Hukuman Mati bagi Bandar Narkoba masih Jalan Ditempat

12 January
18:33 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Anggota Komisi III DPR, Irjen Pol (Purn) Eddy Kusuma Wijaya menilai kinerja pemerintah dalam memberantas narkoba masih belum menyentuh sasaran. Terbukti kata Wijaya bandar-bandar narkoba di Indonesia bebas berkeliaran tidak dihukum mati seperti aturan pemerintah dalam memberantas narkoba.

"Kepolisian, BNN Jaksa Agung belum serius memberantas peredaran narkoba. Kami menyesalkan Jaksa Agung selaku pelaksana eksekusi kenapa sampai sekarang Jaksa Agung belum laksanakan eksekusi mati untuk terpidana narkoba yang sudah dihukum mati, malah ada yang melaksanakan PK hingga berkali kali, kenapa tidak langsung di eksekusi," kata Wijaya dalam wawancara bersama RRI di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Politisi PDIP itu juga berharap pemerintah tegas melaksanakan aturan yang dibuat, jika dihukum mati segera hukum mati.

"Kita butuh ketegasan termasuk BNN dan Jaksa Agung untuk lakukan hal yang udah diputuskan oleh terpidana hukum mati," ucapnya.

Sebelumnya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso (Buwas) memerintahkan anggotanya agar bertindak tegas dengan menembak mati setiap pengedar narkoba. 

Dia menilai cara itu cukup efektif untuk memutus mata rantai penyelundupan dan peredaran narkoba di Indonesia.

Buwas mengapresiasi tindakan tegas yang telah dilakukan anggota BNN Provinsi Jawa Timur saat melumpuhkan gembong narkoba setelah melalui kejar-kejaran menggunakan kendaraan mobil dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar sepekan yang lalu.

Dia menyebut H-M-D, inisial gembong narkoba yang dilumpuhkan anggota BNN Jawa Timur saat itu, adalah otak intelektual penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dari Malaysia melalui Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang kemudian dibawa ke Jawa Timur menggunakan kapal feri tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Buwas mengungkapkan barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas BNN Jawa Timur dalam penangkapan tersebut adalah sabu-sabu seberat 7,3 kilogram, atau senilai Rp14,6 miliar, yang dikemas rapi seolah susu bubuk.

Pengungkapan kasus peredaran narkoba oleh anggota BNN Jatim ini, lanjut dia, setidaknya juga telah menyelamatkan 29.200 orang Indonesia, dengan asumsi per gramnya dikonsumsi oleh 4 orang. (LS/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00