• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

PBB Ingatkan Indonesia Penuhi Akses Keuangan Inklusif Bagi Petani dan Warga Miskin

13 February
19:47 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Secretary General's Special Advocate/UNSGA) untuk Inklusi Keuangan, Ratu Maxima, mengatakan, Indonesia dinilai semakin baik dalam pelayanan inklusi keuangan dalam beberapa tahun terakhir.

“Sepanjang periode tahun 2011-2014 pertumbuhan Indonesia mencapai 30 persen dan kami berharap pada periode April ini juga akan terjadi kenaikan yang signifikan,” ungkap Ratu Maxima, ketika ditemui usai mengadakan pertemuan bersama para pelaku penyedia jasa berbasis online di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Meski demikian menurut Ratu Maxima, Indonesia perlu intensif dalam memberikan peluang bagi petani kecil dan warga miskin, dalam mengakses keuangan inklusif.

Tapi saat ini tantangannya adalah pada role area. Karena, Indonesia memiliki sedikit sistem distribusi, dimana sedikit sekali komunitas masyaratak yang kreatif,” jelasnya.

Menurutnya, lajunya arus urbanisasi turut menjadi faktor penyebab, terbatasnya akses bagi para petani kecil dan warga miskin, untuk mendapatkan akses tersebut.

“Sehingga kita memang harus inovatif dan kreatif. Sayangnya, orang-orang miskin yang tinggal di role area, sedikit sekali mendapatkan pelayanan yang bisa mereka akses. Karena, banyaknya area urbanisasi misal di Jakarta, Sumatera dan Jawa. Bahwa, permasalahan soal petani itu tidak hanya pertanyaan untuk mendapatkan akses ke pusat kota. Tapi, juga mendapatkan akses ke pasaran. Termasuk, untuk mendapatkan bibit terbaik kemudian pupuk misalnya,” papar Ratu Maxima.

Ratu Maxima menyatakan, bahwa inklusi keuangan memiliki peran penting didalam pencapaian 7 tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh PBB.

“Inklusi Keuangan itu sangat penting, karena menjadi bagian dari 7 capaian pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut Ratu Maxima menambahkan, dalam memberikan pendampingan insklusi keuangan di Indonesia, pihaknya bekerjasama dengan kementerian terkait, pihak swasta, dan perbankan.

“Dalam pendampingan itu kami juga bekerjasama dengan Bank Indonesia, OJK, kementerian terkait dan pihak swasta. Termasuk juga didalamnya kami bekerjasama dalam menentukan atau mencari berbagai pola tepat. Termasuk pula dalam menerapkan penggunaan teknologi,” tutup Ratu Maxima. (RM/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00