• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

PLTSA Solo Terganjal Penandatanganan Dokumen Jual-Beli Listrik dari PLN

13 February
23:32 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta : Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempa Mojosongo Solo, terganjal Power Purches Agreement (perjanjian jual beli listrik) dengan PLN. Belum ditandatanganinya dokumen perjanjian jual beli itu, rencana pembangunan PLTSa menjadi molor.

"Dokumen Power Purches Agreement (PPA) hingga kini belum ditandatangani oleh pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Akibatnya rencana pembangunan  PLTSa menjadi terhambat," kata Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power, Elan Syuherlan di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung, Selasa (13/2/2018).

Elan mengatakan, seharusnya dokumen itu ditandatangani bulan lalu, namun samapi sekarang belum. Pihaknya tidak mengetahui permasalahan belum ditandatanganinya PPA tersebut, namun yang pasti dampak pemabngunan konstruksi PLTSa yang seharsunya sudah dapat dikerjakan menjadi molor. 

"Perkemabanganya kami nunggu dokumen PPA dari PLN. Jadi nunggu itu aja. Begitu PPA Keluar langsung dimulai," ujarnya.

Proses pembuatan konstruksi PLTSA baru dapat dilakukan setelah dokumen tersebut ditandatangai PLN sebagai pembeli listrik yang dihasilkan dari PLTSa. Elan mengatakan seluruh proses perizinan hingga penyiapan lahan untuk konstruksi sudah selesai. Hanya tinggal satu syarat yakni dokumen perjanjian jual beli listrik. 

"Kalau perizinan lengkap semua IMB semua lengkap. Kita mengunggu PPA dulu baru bisa membangun. Kalau harga kita serahkan ke PLN, kita tunggu aja," sambungnya.

Untuk diketahui, dokumen kerjasama pembelian listrik ini mutlak disiapkan sebelum pembangunan konstruksi dimulai. Sebab dokumen PPA tersebut sudah tertuang dalam perjanjian kontrak antara Pemkot Surakarta dengan investor. 

PT PLN Perserobersedia membeli listrik dari PLTSa Putri Cempa senilai Rp 2.496 per KWH. Kontrak pembelian listrik itu berjalan selama 20 tahun.

"Peralatan dan untuk membawa alat berat sampai bahan kalau semua PPA selesai, kita bawa sana," pungkasnya. (MI/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00