• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DPD RI Aceh Surati Pimpinan Waqaf Aceh di Mekkah Terkait Investasi Pemerintah Indonesia

13 March
21:15 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Anggota DPD RI asal Aceh H. Sudirman atau Haji Uma, mengirim surat kepada Nazhir Baitul Asyi di Arab Saudi terkait polemic rencana investasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di tanah waqaf Aceh dari Habib Bugak di Mekkah, Arab Saudi.

Surat bernomor 40/20.2/B-03/III/2018 dikirim Haji Uma, pada Selasa, 13 Maret 2018, yang tertulis dalam bahasa Inggris itu ditujukan langsung kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw, yang merupakan Pimpinan Waqaf Aceh di Mekkah yang beralamat Elah Al Masyaer Hotel, 6571 Ajyad Street Mecca 24231, Saudi Arabia.

Senator Aceh H Sudirman yang merupkan anggota Komite II DPD RI, kepada RRI Lhokseumawe menyebutkan, rencana investasi BPKH telah menimbulkan reaksi sikap penolakan dari masyarakat Aceh, bahkan hingga saat ini terus menjadi polemik ditengah masyarakat

“Saya apresiasi atas upaya terbaik yang telah dan sedang dilakukan oleh Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw dalam mengelola tanah waqaf Aceh di Mekkah dan sangat mendukung sepenuhnya konsistensi pengelolaan wakaf oleh Nadhir Waqaf Al Asyi sebagaimana akad waqaf dari Bughak yang secara jelas memberikan manfaat kepada Jamaah Haji dan penziarah dari Aceh.”terang Haji Uma, Selasa (13/3/2018).

Selain itu Haji Uma meminta pertimbangan kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw untuk menolak rencana dan tujuan investasi BPKH terhadap tanah waqaf Aceh di Mekkah, sebagai mana surat yang dikirim dirinya kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw.

“Sheikh Abdul Lathief selaku pengelola tanah waqaf Aceh di Mekkah, Arab Saudi, untuk mendorong penolakan rencana investasi BPKH terhadap tanah waqaf Aceh di Mekkah, karena sejak awal saya, secara pribadi saya tidak sependapat dengan pengelolaan tanah wakaf Aceh di Arab oleh BPKH. Intinya kita menginginkan yang terbaik bagi pengelolaan tanah waqaf tersebut, "harapnya (FUL).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00