• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Anggota DKPP: Kita harus bekerja fokus pada hulunya

14 March
08:43 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Prof. Muhammad, memberikan penilaiannya atas sosialisasi peraturan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk pilkada serentak 2018. Baginya hal tersebut menunjukkan MK siap merespon setiap potensi-potensi masalah yang nanti akan muncul di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan dibawa ke meja MK untuk diadili. Namun, tidak hanya itu, anggota DKPP yang pernah menjadi ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) ini, juga mengajak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu untuk sama-sama mencermati dan mengantisipasi potensi-potensi masalah di pilkada.

"Kami selalu mengingatkan teman-teman KPU dan Bawaslu, kita harus bekerja keras, bekerja serius, bekerja fokus pada hulunya. Maksud saya bagaimana KPU dan Bawaslu di seluruh tingkatan untuk mengantisipasi potensi-potensi masalah di pilkada. Kita ini kan bukan satu sekali melaksanakan pilkada, bahkan besok sudah pilkada ketiga. Kita sudah harus belajar mencermati apa yang bisa jadi masalah," katanya dalam Dialog Pro 3 RRI, Rabu (14/3/2018).

Prof. Muhammad melanjutkan terkait pemahaman yang keliru mengenai posisi DKPP sebagai dewa penyelamat, karena sebenarnya DKPP sendiri tidak bisa memberikan keputusan yang berhubungan dengan hasil maupun proses Pilkada. Menurutnya, DKPP hanya memastikan KPU dan Bawaslu sudah bekerja tidak di bawah standar.

"Sebenarnya DKPP ini tidak dalam posisi yang bisa memutuskan terkait hasil-hasil, proses-proses pilkada. DKPP hanya memastikan bahwa penyelanggara pemilu KPU dan Bawaslu bekerja sesuai standar etika, nilai-nilai integritas, yang merupakan sebuah kewajiban," jelasnya.

Sebelumnya, MK juga mengharapkan sosialisasi instrumen nantinya bisa membantu dalam pengambilan keputusan terkait sengketa pilkada yang dibawa ke meja MK. (ICP/Foto: DKPP/ARN)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00