• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Lantamal XII Ponianak Gagalkan Penyelundupan 94 Ton Rotan ke Malaysia

16 April
17:57 2018
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : KRI Sembilan-850 Satrol Lantamal XII berhasil menggagalkan penyelundupan rotan jenis Sega sekitar 94 ton. Penyelundupan hampir 100 ton rotan yang dilarang diekspor tersebut diangkut menggunakan KLM Putri Setia yang diawaki tujuh Anak Buah Kapal (ABK).

Komandan  Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontiana  Laksamana Pertama (Laksma) TNI Gregorius Agung saat Press Coference di Pontianak, Senin, (16/4/2018) menjelaskan, KRI Sembilang dengan nomor lambung 850 yang dikomandani Mayor Laut (P) Wida Adi Prasetya yang menggagalkan penyelundupan rotan tersebut, merupakan Unsur Organik Satuan Patroli Lantamal XII, di bawah kendali Operasi (BKO) Gugur tempur Laut Armada Barat-Guspulabar.   

Dalam Penangkapan tersebut oleh Satuan yang dalam satuan tugas ”Operasi Poros Sagara 2018” sedang melaksanakan patroli di sekitar perairan wilayah kerja Lantamal XII Pontianak Kalimantan Barat.    

“Diduga kapal itu melaksanakan pelayaran di luar track seharusnya di daerah Pegatan Kalimantan Timur menuju Jambi, tetapi mereka berada di Utara dan kebetulan muatannya adalah rotan, karena posisinya di Utara indikasinya akan dikirim ke Malaysia”, kata Komandan Lantamal XII Pontianak.

Lebih lanjut Lantamal XII Pontianak mengatakan, selain dugaan melanggar Kepabeanan, KLM. Putri setia juga diduga melanggar undang undang pelayaran, antara lain tidak dilengkapi Buku pelaut atau tidak ada buku Sijil, serta tidak ada Sertifikat garis muat. 

“Untuk itu kapal dibawa kesini dan kita dari Lantamal XII menerima perintah dari Armabar dalam hal ini Guspurla  untuk memproses dan selanjutnya ditingkatkan di penyidikan dan nantinya kesalahan-kesalahan ini akan dilimpahkan sesuai dengan penyidik yang berwenang dalam hal ini masalah rotannya akan kita serahkan ke Bea Cukai, kemudian untuk pelayaran akan disidik di Lantamal XII Pontianak”, tegasnya.

Sesuai aturan hukum yang berlaku, untuk pelanggaran track sebagaimana diatur dalam UU No.17 Tahun 2018 tentang Pelayanan diancam  pidana penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp200.000.000. 

Sedangkan Anak Buah Kapal (ABK)  KLM. Putri Setia yang tidak dilengkapi Buku pelaut dengan ancaman Pidana penjara paling lama  dua tahun dan denda paling banyak Rp300.000.000.

Kemudian tidak terdaftarnya Anak Buah Kapal-ABK yang dikeluarkan oleh Syahbandar diancam  Pidana  penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp300.000.000. Sementara KLM Putri Setia yang tidak memiliki Sertifikat Garis Muat diancam pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000. (Her/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00