• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

BPS: Indeks Pembangunan Indonesia di Provinsi Papua Masih Rendah

16 April
20:35 2018
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Badan Pusat Statistik mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia semakin mengalami kemajuan.  Pada tahun 2017, menurut data BPS, IPM Indonesia mencapai 70,81. Angka ini meningkat sebesar 0,63 poin atau tumbuh sebesar 0.90 persen dibandingkan IPM di tahun 2016.

“Menurut katagori yang dibuat United Nation Development Programme (UNDP), angka IPM sebesar 70,81 dikatagorikan tinggi, karena berkisar pada selang 70 hingga 79,99,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di gedung BPS Jakarta, Senin (16/4/2018).

IPM sendiri diukur berdasarkan tiga dimensi, yaitu dimensi kesehatan dengan indikator umur harapan hidup, dimensi pengetahuan dan pendidikan dengan indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta dimensi hidup layak dengan indikator pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

“Dengan IPM 70,81 artinya kualitas kesehatan, pendidikan dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat Indonesia juga mengalami peningkatan,” sambung Suhariyanto.

Dari sisi umur harapan hidup, diperkirakan bayi yang lahir pada tahun 2017 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,06 tahun atau lebih lama 0,16 tahun dibandingkan bayi yang lahir di tahun sebelumnya. Dari sisi harapan lama sekolah, anak-anak yang pada tahun 2017 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,85 tahun (Diploma I), lebih lama 0,13 tahun.

Sedangkan dari aspek pemenuhan kebutuhan hidup, pada tahun 2017 masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar Rp10,66 juta per tahun, meningkat Rp244 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, jika dilihat per provinsi, data BPS menunjukkan masih ada kesenjangan yang cukup tajam antara provinsi di wilayah Barat dengan wilayah Timur, utamanya di Papua. IPM di Provinsi Jakarta merupakan yang tertinggi di angka 70,60. Sedangkan Papua tercatat sebagai provinsi yang IPM paling rendah, diangka 59,09.

“Ini artinya kita masih punya pekerjaan rumah besar, karena masih ada kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia, khususnya bagi saudara-saudara kita di Papua,” pungkas Suhariyanto. (MK/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00