• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Pengusaha Ikan di Banyuwangi Ditangkap Karena Menjual Lobster di Bawah Ukuran

16 April
21:31 2018
0 Votes (0)

KBRN, Banyuwangi : Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Banyuwangi, menangkap pengusaha ikan asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, karena diduga menjual lobster, under size, atau tidak sesuai dengan ukuran yang ditentukan oleh pemerintah.

Pengusaha yang diketahui bernama, Jefri Agustinus Angka Wijaya (30), ditangkap aparat kepolisian dengan Balai Karantina Ikan wilayah Banyuwangi, saat akan mengirimkan ratusan lobster dalam kondisi masih hidup, ke Pulau Bali.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman, Senin (16/4/2018) mengatakan, tersangka diduga berperan sebagai penampung, dan mendapatkan lobster tersebut dari para nelayan yang ada disekitaran kecamatan Muncar, dan berdasarkan hasil penyidikan awal, tersangka mengaku mengirimkan lobster tersebut rutin seminggu dua kali selama setahun terakhir.

"Tersangka mengaku mendapatkan lobster dari nelayan, kemudian ditampung ditambak, sebelum dikirimkan ke Bali, bahkan bisnis ini sudah dilakukan sejak setahaun terakhir," ungkap Kapolres Donny.

Sementara itu penanggung jwab Balai Karantian Ikan wilayah Banyuwangi, Indah Praptiningsih, sesuai pasal 7 Peraturan Menteri Kelutan dan Perikanan, No 56 tahun 2016, ukuran lobter yang diperjual belikan, minimal karapasnya mencapai 8 cm dengan berat 200 gram, jika salah satunya tidak sesuai pelakuknya bisa dijerat hukum.

"dua syarat minimal tersebut harus terpenuhi, jika tidak, akan ditindak sesuai aturan yang ada, bahkan pembudidaya lobster, harus memiliki Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP)," jelas Indah, Senin (16/4/2018).  

Dari kasus tersebut polisi mengamankan sebanyak 133 ekor lobster itu, dan dari jumlah tersebut ada 119 ekor dalam kondisi hidup dan 14 ekor telah mati, dan semua lobster yang hidup akan dilepas liarkan dihabitatnya, sedagnkan yang sudah mati akan dimusnahkan. (Son/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00