• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Seorang TKI Asal Aceh Tewas Saat Ditangkap Polisi Malaysia

16 April
22:03 2018
1 Votes (5)

KBRN, Banda Aceh : Satu orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Muzakir (29) warga Dusun Blang Rimeh, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, kabupaten Aceh Utara dilaporkan meninggal dunia di Johor Baru, Malaysia. 

Korban dilaporkan meninggal dunia setelah menceburkan diri ke laut saat menghindari kejaran dari petugas. Korban dilaporkan tewas pada tanggal 4 April 2018. 

Menurut laporan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Baru di Malaysia, penangkapan TKI ilegal itu di wilayah Tepi Muara Parit Sungai Cina, Melaka.

Menurut informasi yang diperoleh RRI dari Dinas Sosial Provinsi Aceh, dalam penangkapan oleh Polisi Diraja Malaysia, ada 12 orang TKI lain yang berhasil ditangkap. 

Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh Alhudri mengatakan, para TKI Ilegal ini berangkat dari Pulau Rupat dengan menggunakan boat bermesin pada tanggal 3 April 2018. 

"Para TKI Ilegal dengan ini berangkat dari Pulau Rupat dengan menggunakan boat bermesin pada tanggal 3 April 2018. Di dalam boat tersebut berjumalah 17 orang, dua orang wanita dan 15 orang pria. Sementara tiga orang lain adalah awak boat termasuk satu orang tekong diduga bernama Iwan," kata Alhudri di Banda Aceh, Senin (16/4/2018). 

Sebagian dari mereka ungkap Alhudri,  ada yang berhasil meloloskan diri dari kejaran petugas, namun naas bagi Muzakir, nyawanya tidak bisa tertolong meskipun sempat dibawa ke rumah sakit. 

"Jenazahnya sudah dibawa pulang ke rumah duka di Aceh Utara dengan menggunakan pesawat pada Sabtu malam. Sementara 12 TKI lainya belum diketahui identitas apakah mereka warga Aceh atau bukan," jelas Alhudri. 

Dari 12 orang TKI Ilegal yang saat ini belum diketahui nasibnya itu diketahui terdapat satu orang warga Aceh bernama Muhammad Nur usia 27 tahun. Dimana yang bersangkutan diketauhi memiliki hubungan famili dengan Muzakkir yang menjadi korban tewas.

"Saat ini kita masih melakukan koordinasi dengan KJRI dan KBRI untuk mencari tahu apakah mereka warga Aceh. Pak Gubernur sudah perintahkan untuk menjemput mereka, ini terus kita lakukan koordinasi dengan pihak Malaysia," tambah Alhudri. (Mj/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00