• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Jaksa Penyelidik Periksa 3 Desa Di Malaka Dugaan Tindak Pidana Korupsi

11 May
14:52 2018
2 Votes (5)

KBRN, Atambua : Tim Jaksa Penyelidik Kejaksaan Negeri Belu, sementara melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan desa di tiga Desa wilayah Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2016 – 2017.

Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Rivo Medellu, melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Kejaksaan Negeri Belu, Dany Agusta Salmon mengatakan, tiga Desa meliputi Desa Halibasa, Desa Weiulun dan Desa Webriamata, yang mana ke tiga desa tersebut berada dalam wilayah Kecamatan Wewiku, Jumad, (11/5/2018).

Penyelidikan di lakukan oleh Tim Jaksa Penyelidik, karena adanya pelimpahan dari pemerintah Kabupaten Malaka kepada kejaksaan Negeri Belu, atas dasar dugaan adanya tindakan penyelewengan keuangan desa dari tiga desa di Kecamatan Wewiku.

”Penyelidikan dilakukan,  karena ada pelimpahan dari teman – teman Inspektorat Kabupaten Malaka, jadi pemeriksaan masih sebatas meminta keterangan terhadap semua yang ikut bertanggungjawab dalam dugaan penyelewengan dana desa di tiga desa tersebut.”

Sementara dari ketiga desa, khususnya Desa Weiulun, oleh tim Jaksa Penyelidik Kejaksaan Negeri Belu, telah melakukan on The Spot turun langsung ke desa, untuk melakukan pekerjaan pemeriksaan fisik. 

“Tim Jaksa Penyelidik sudah turun, karena di Desa Weiulun terdapat pekerjaan fisik berupa pembukaan dan perkerasan jalan desa Tahun Anggaran 2016/2017, sehingga tim turun untuk  melakukan pengecekan di lapangan," ujarnya.

Hingga saat ini, kasus dalam tahapan memintai keterangan terhadap dugaan penyimpangan keuangan desa dari tiga desa di Kabupaten Malaka, masih dalam penyelidikan oleh Tim Jaksa Penyelidik Kejaksaan Negeri Belu, 

“Jika penyelidikan telah rampung tinggal menentukan sikap sellanjutnya dari penanganan kasus ini,” jelas Dany Agusta Salmon. (TB/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00