• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Kejaksaan Negeri Yogyakarta Kembangkan Layanan E-Tilang

11 May
18:15 2018
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Keberadaan Kejaksaan Negeri Yogyakarta melaksanaan kekuasaan negara dibidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan peraturan perundangan di wilayah hukum yang meliputi seluruh wilayah Kota Yogyakarta.  

“Kota Yogyakarta merupakan wilayah tersempit dibanding  4 wilayah lain di DIY, namun mampu menempatkan Kejaksaan Negeri Yogyakarta masuk dalam kategori tipe A dalam pelayanan penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan peraturan hukum yang berkalu,” kata Kepala Kejari Yogyakarta, Arifsyah Mulia Siregar, SH, MH, dalam acara 'Jaksa Menyapa' di RRI Pro 1 Yogyakarta, Jumat (11/5/2018).

Menurut Arifsyah, berdasarkan peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PER-006/A/JA07/2017 tanggal 20 Juli 2017 tentang  Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri Yogyakarta yang termasuk tipe A memiliki susunan organisasi meliputi Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Sub Bagian Pembinaan, Kepala Seksi Intelejen, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum,  Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara.

Adapun Kinerja Kejaksaan Negeri Yogyakarta, lanjut Arifsyah Mulia Siregar, mengarah pada petunjuk dan tugas dari pimpinan meliputi peningkatan profesionalitas aparatur kejaksaan peningkatan manajerial, peningkatan disiplin moral dan integritas kepribadian setiap pegawai, mewujudkan kembali rasa percayadiri pada masyarakat terhadap kinerja kejaksaan. 

Selain itu, mampu menyelesaikan tugas yang dipikul khususnya penanganan perkara, dengan tetap memperhatikan rasa keadilan serta perubahan mindset dan cultural setting.

“Awal tahun 2018 ini Kejaksaan Negeri Yogyakarta telah mengembangkan layanan E-Tilang di mana masyarakat tidak perlu mengantri ke kantor polisi jika melakukan pelanggaran, sehingga cukup membayar melalui bank  yang telah dikerjasamakan,” jelasnya. 

Selain itu pelayanan juga mulai dikembangkan dengan membedakan piket pegawai menjadi dua bagian, yakni penggunaan seragam dinas dan penggunaan seragam batik yang khusus untuk melayani tamu untuk diarahkan pada bidang sesuai kepentingan. Hal itu dilakukan untum emngurangi citra Kejaksaan yang menakutkan. 

Arifsyah Mulia Siregar menambahkan, saat ini Kejaksaan Negeri Yogyakarta mencatat sejumlah kasus yang temasuk dalam pidana umum melalui Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan dengan kasus terbanyak terkait pencurian yang di tahun 2017 mencapai 126 kasus dan 39 kasus hingga pertengahan tahun 2018. (nov/yyw/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00