• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Kedua Orang Tua Bayi Yang Dibuang di Bukittinggi Masih Pelajar

12 May
16:53 2018
1 Votes (3)

KBRN, Bukittinggi : Setelah melakukan penyelidikan terkait kasus pembuangan bayi, akhirnya Polres Bukittinggi melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim), Jum’at 11 Mei 2018 kemaren, berhasil mengamankan kedua orang tua bayi di rumahnya masing-masing.

Bayi perempuan dengan berat 2,6 Kg dan panjang 52 CM yang ditemukan salah seorang warga di depan rumah di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah,  pada Senin 7 April 2018, ternyata hasil hubungan gelap dua orang pelajar.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi AKP Rahmad Natun di ruang kerjanya mengatakan, orang tua laki-laki bayi ini ditangkap tidak jauh dari lokasi dimana bayi tersebut dibuan, dan orang tua perempuan diamankan dirumah orangtuanya yang masih berada di seputaran Kota Bukittinggi. 

“Ternyata kedua orang tua bayi masih pelajar, dengan ayah kandung berinisial S (16) yang merupakan pelajar kelas X pada salah satu SMA di Kota Bukittinggi, dan ibunya seorang siswi SMP kelas IX berinisial D (15),” ungkapnya.

Menurut Rahmad Natun, bayi ini dilahirkan tanpa adanya bantuan medis di kamar mandi rumah si laki-laki, ketika semua orang dirumah sudah beristirahat, tidak ada satupun penghuni rumah yang tau.

Selanjutnya, setelah si ibu bayi 'D' melahirkan di kamar mandi, lalu bayi itu diserahkan kepada 'S' kemudian bayi itu dibuang tidak jauh dari rumahnya. Tidak ada tangisan bayi,  saat proses persalinan, baru kemudian setelah dibuang tangis bayi ini keluar, sehingga didengar tetangga dimana lokasi bayi itu dia letakkan. 

“Menurut pengakuan kedua orangtua bayi ini, ari-ari bayi itu diputus dengan mengunakan tangan, bisa jadi dengan menggunakan kuku, dan proses ini yang mereka lakukan itu sebenarnya berbahaya, baik pada si ibu bayi maupun pada anak yang dilahirkan,” terangnya.

Rahmad Natun menambahkan, kedua orang tua bayi ini sudah diperiksa, dan mengakui bahwa bayi yang dibuangnya itu memang hasil hubungan mereka, dan keduanya tidak ditahan, karena masih berada dibawah umur, dan proses hukumnya akan disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Saat ini,  bayi yang mereka buang masih dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi dan orang tua perempuannya hari ini,  dijadwalkan akan diperiksa kesehatannya, selanjutnya kasus ini akan terus didalami dengan melibatkan instanti terkait dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan pihak kedua keluarga, sehingga jelas titik terang penyelesaian yang akan ditempuh,” imbuhnya.

Menurut Rahmad Natun, kehamilan ibu kandung bayi perempuan itu tidak diketahui pihak manapun, terutama orang tuanya, serta pihak sekolah dimana dia menuntut ilmu, karena dia tetap masuk sekolah,  seperti biasa dan  setelah selesai mengikuti Ujian Nasional berapa waktu lalu

“Terungkapnya kasus pembuangan bayi itu,  berawal dari adanya laporan dari orang tua si perempuan dengan inisial D ke Polsek Bukittinggi, yang mengatakan anaknya sudah tiga hari tidak pulang ke rumah dan tindak lanjut dari laporan ke Polisi itu menjadi catatan penting, yang dihubungkan dengan kasus penemuan bayi, dan ternyata memang mereka berdua orang tua si bayi,” ulasnya.

Kasus ini sambung Rahmad Natun, merupakan hubungan di luar nikah, dengan mengacu pada proses hukum yakni pasal 77B Undang-Undang nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak, karena keduanya masih anak dibawah umur. 

"Terhadap anak ini ada perlakuan khusus yaitu diluar sidang pengadilan tapi di sahkan pengadilan dengan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Perlindungan Anak serta pihak Kepolisian," ungkapnya. 

Sementara itu Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan, kasus ini sangat mengagetkan kedua orang tua dari pasangan pelajar itu, karena perbuatan mereka sudah diluar batas kewajaran, karena sudah melakukan hubungan layaknya suami dan istri, hingga melahirkan anak.

“Mereka diamankan saat berada dirumahnya oleh petugas Satuan Reserse dan Kriminal, selanjutnya mereka diperiksa lebih lanjut, karena sudah berbuat menelantarkan bayi dengan cara membuangnya, menandakan mereka sudah bukan kategori anak-anak lagi,” terangnya.

Menurut Arly Jembar Jumhana, seseorang dikatakan belum dewasa dibuktikan dengan belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), namun dalam kasus ini pasangan remaja itu telah matang atau dewasa diluar usianya yang masuk kategori dibawah umur.

“Proses hukum terhadap pasangan remaja ini akan terus berjalan, mereka akan tetap mengikutinya sesuai aturan Undang-Undang Perlindungan Anak, dan dalam proses ini juga dilibatkan pemangku kepentingan lain yang berhubungan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kota Bukittinggi, serta organisasi yang bergerak di dalam perlindungan anak,” jelasnya. (YPA/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00