• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Wali Kota Ingin Punya Staf Ahli Yang Mau Bekerja

17 May
06:05 2018
0 Votes (0)

KBRN,  Surakarta: Seleksi pejabat eselon II untuk posisi tiga Staf Ahli Wali Kota dilakukan secara ketat.

Staf Ahli merupakan jabatan strategis yang nantinya memberikan pertimbangan dalam arah kebijakan Wali Kota.

Kali pertama,  Pemerintah Kota Surakarta melakukan seleksi jabatan eselon II untuk posisi Staf Ahli Wali Kota. 

Pada seleksi jabatan tahun ini, ada tiga posisi Staf Ahli yang kosong dan perlu di isi. Yakni Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan dan Pembangunan, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, serta Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik. 

"Ada tiga posisi staf ahli yang diperebutkan. Jadi Staf Ahli itu bukan staf diahlikan, atau ahli distafkan," kata Anggota Pansel dari unsur tokoh masyarakat, Ichwan Dardiri disela menguji peserta seleksi jabatan di Hotel Sahid Jaya Solo, Rabu (16/5/2018).

Posisi staf ahli ini, menurutnya, merupakan jabatan strategis. Karena nantinya memberikan pertimbangan dalam arah kebijakan Wali Kota. Dengan demikian calon staf ahli yang mengikuti promosi jabatan eselon II harus cerdas dan inovatif dalam memberikan masukan kepada Wali Kota. 

"Staf ahli harus menguasai segala persoalan yang ada di masyarakat. Karena saat Wali Kota membuat kebijakan ada masukan dari staf ahli," sambungnya.

Selain itu staf ahli juga bisa memetakan dan menelaah kondusivitas masyarakat dalam memberikan pertimbangan kepada Wali Kota. Dengan demikian peserta yang memilih jabatan tersebut harus menguasai keadaan di masyarakat.

“Staf Ahli ya orang yang menguasai permasalahan, tapi memang masih ada [pelamar] yang belum paham saat tanya jawab tadi,” katanya.

Seleksi jabatan Staf Ahli memang diperketat, karena Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo ingin punya pejabat yang bisa diajak mempertimbangkan suatu masalah. Tidak hanya seperti saat ini, Staf Ahli hanya pejabat yang seolah dikotakkan. 

"Pak wali pingin staf Ahli orang yang mau mikir, mau diajak kerja, tidak seperti sekarang yang cari enaknya sendiri. Tidak kerja, katanya belum ada perintah," beber matan Kepala Bappeda Surakarta ini.  (MI/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00