• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Serba Serbi Ramadhan

Pertamax Penuh Berkah, Kenalkan Permainan Tradisional pada Konsumen

13 June
21:47 2018
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Pada tahun ini diperkirakan lebih dari 8 juta pemudik dari Jakarta dan sekitarnya akan mudik ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY. Menyambut para pemudik, PT Pertamina (Persero) MOR IV selain menyiapkan berbagai fasilitas pengisian BBM dan memastikan kelancaran distribusi BBM juga memberikan layanan Pertamax Penuh Berkah.

Program ini meliputi dengan layanan Serambi Pertamax, Bedah Mushola, Takjil Pertamax, Kiosk Pertamax dan Cashback Pertamax.

Unit Manager Communication & CSR MOR IV Jateng & DIY, Andar Titi Lestari mengatakan, yang berbeda dengan layanan Pertamax Penuh Berkah di tahun sebelumnya, pada tahun ini Pertamina MOR IV juga membagikan mainan tradisional pada konsumen yang membawa serta anak-anak dalam perjalanan mudik.  

“Kami membagikan mainan bambu yaitu gasing, etherk-ethek dan suara burung dengan semangat untuk memperkenalkan mainan tradisional dari jateng & diy kepada anak-anak yang mayoritas berasal dari kota-kota besar, sehingga mereka lebih mengenal dengan budaya serta kearifan lokal di wilayah tujuan mudik mereka,” jelas Andar.

Pembagian mainan tradisional ini sudah sejak Selasa (12/6/2018) dibagikan di 22 titik Kiosk Pertamax dan akan terus berlangsung selama persediaan masih ada.

Kegiatan pembagian mainan bambu ini tidak hanya semata untuk mengenalkan permainan tradisional pada anak saja, Mainan bambu ini merupakan hasil tangan-tangan terampil dari masyarakat di sekitar Kabupaten Gunung kidul, sehingga harapannya Pertamina dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kab Gunung Kidul.

“Di bulan Ramadhan ini, Pertamina melalui salah satu nilai utama yang kami junjung tinggi yaitu berfokus pada pelanggan berupaya agar setiap pelanggan mendapatkan pelayanan terbaik dengan mengedepankan kepuasan pada pelanggan kami," pungkas Andar. (Sudarsono/DNA/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00