• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Terpidana Kasus Korupsi Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten TTU Jalani Masa Hukuman Penjara

10 July
12:53 2018
0 Votes (0)

KBRN, Kefamenanu : Dua orang terpidana kasus korupsi proyek peningkatan ruas jalan perbatasan pada Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara Charlie R.Tjap serta rekannya Stefanus Ari Mendez akhirnya mulai menjalani hukuman penjara pada Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kefamenanu.

Sebelum diantar ke Rutan Kelas II B Kefemenanu kedua orang terpidana didampingi kuasa hukum terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan serta penandatanganan berita acara di Kantor Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari TTU, Kundrat Mantolas kepada RRI mengatakan, sesuai jadwal seharusnya terdapat 5 orang terpidana dimana sesuai putusan harus dieksekusi, namun lantaran 3 orang lainnya belum dapat dikonfirmasi sehingga pihak Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara baru mengeksekusi 2 orang terpidana dimaksud.

Sesuai putusan Pengadilan Tinggi dua orang terpidana Stefanus Ari Mendez dan Charlie R.Tjap mendapatkan hukuman kurungan penjara selama 1 tahun, ditambah denda sebesar Rp50.000.000  rupiah Subsider 1 bulan serta uang pengganti sebesar Rp165.000.000
Sementara terkait uang pengganti, saat ini pihak kedua terpidana baru menyetorkan Rp40.000.000 dari Rp165.000.000 yang diputuskan, sedangkan sisanya dijanjikan pihak terpidana akan diselesaikan pekan depan.

"Jadi diagendakan harusnya hari ini kita mengeksekusi 5 orang tindak pidana korupsi perbatasan tahun lalu," ungkap Kundrat Mantolas, Selasa (10/7/2018).

Kesempatan yang sama kuasa hukum dua terpidana, Fransisco Bernadino bessi  mengatakan sbenarnya ke 2 orang kliennya sudah menjalani hukuman pada bulan November tahun 2017 lalu, lantaran terjadi perbedaan putusan yang akan digunakan antara putusan Pengadilan Tinggi dan putusan Kasasi sehingga eksekusi tersebut baru dapat dilaksanakan saat ini.

Sebelumnya pada bulan januari lalu kliennya sudah dibebaskan demi hukum lantaran tidak ada perpanjangan masa tahanan, namun karena kliennya belum menjalani hukuman selama 1 sesuai amar putusan, maka bersama para terpidana datang untuk menyelesaikan hukuman dimaksud.

"Sudah dilakukan bulan November 2017 tahun lalu tetapi pada waktu itu masih terdapat perbedaan pendapat apakah putusan itu pake putusan Pengadilan Tinggi karena pada waktu itu jaksa nyatakan kasasi namun secara administrasi mereka terlambat ajukan memori kasasi sehingga berkasnya tidak dikirim oleh pengadilan Tipikor Kupang ke Jakarta. Kita merujuk pada putusan terakhir putusan Pengadilan Tinggi mrnguatkan putusan PN hukuman 1 tahun," terang Fransisko.

Sementara terkait sisa uang pengganti Ia memastikan akan menyelesaikan kewajiban tersebut paling lambat pada pekan depan. (FA/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00