• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Geledah Dinkes Aceh, KPK Temukan Dokumen Proyek Senilai Rp 1,15 Triliun

11 July
16:15 2018
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Dinas Kesehatan Aceh. Penggeledahan ini berkaitan dengan kasus dugaan suap ijon proyek Dana Otonomi Khusus Aceh 2018 yang menyeret Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf menjadi tersangka KPK.

Dalam penggeledahan yang dilakukan secara paralel pada Rabu (11/7/2018) sekitar pukul 10.00 WIB, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen penting. Di Dinas Kesehatan Aceh penyidik KPK menemukan dokumen proyek senilai Rp 1,15 Triliun. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di sejumlah dinas di Aceh. 

"KPK terus menemukan bukti-bukti yang semakin kuat tentang dugaan suap terkait alokasi anggaran DOK Aceh," kata Febri melalui pesan WhatsApp yang diterima RRI, Rabu (11/7/2018). 

"Sejauh ini ditemukan dokumen-dokumen proyek seperti dokumen pelaksanaan anggaran Dinas Kesehatan Aceh   dengan nilai Rp 1,15 Triliun," terang Febri. 

Menurut Febri, penggeledahan yang dilakukan sejak pagi itu, tidak hanya di Dinas Kesehatan Aceh. Namun secara bersamaan penyidik juga melakukan penggeledahan di Dinas Pendidikan Aceh. Di kantor Dinas Pendidikan Aceh penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan menyegel ruang Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin dan ruang OPP Room. 

"Penggeledahan sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi, penyidik KPK melakukan penggeledahan di Dinas Pendidikan dan Kesehatan Aceh," katanya. 

Pantauan RRI, tim penyidik KPK mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Aceh, mereka dikawal oleh Brimob bersenjata lengkap dengan menggunakan mobil sekitar lima unit. Saat proses penggeledahan berlangsung,  pintu pagar Dinas Pendidikan dan Kesehatan Aceh tertutup rapat. Awak media tidak diperkenankan masuk untuk melakukan peliputan dan pengambilan gambar dari jarak dekat. (Mj/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00