• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Ada Persoalan Jangan Ragu Tuntaskan Secara Hukum bagi Kelancaran KEK Mandalika

9 October
15:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort menjadi salah satu icon Pariwisata NTB berkelas dunia. Percepatan pembangunan fasilitas pendukung, tengah gencar dilakukan pemerintah dalam hal ini ITDC.

Meski demikian, percepatan ini tidak sedikit mengalami kendala dilapangan seperti masih adanya lahan – lahan yang diindikasikan sebagai milik masyarakat dan belum dibebaskan.

Anggota DPRD NTB Muhammad Akri mengatakan, masih adanya persoalan yang terjadi dalam proses pembangunan KEK Mandalika secepatnya diselesaikan.

Jika terdapat pihak atau oknum yang melakukan tindakan melawan hukum, maka diselesaikan secara hukum untuk kelancaran pembangunan KEK Mandalika.

“Saya kira kita kembalikan ke aparat hukum. Kalau memang itu ada masalah – masalah yang tidak terselsaikan maka hukumlah yang berbicara di situ biar aman semua. Kalau memang terkait dengan anggaran yang menyangkut dengan pembelian dan segala macam harus diselesaikan,” katanya, Rabu (9/10/2019).

“Ini bagian dari yang tidak terpisahkan dari masalah hukum dan jangan sampai pembangunan terkendala gara – gara masalah ini. Kalau diselesaikan secara hukum maka semua akan terselesaikan,” tambahnya.

Muhammad Akri mengungkapkan, keberadaan KEK Mandalika ini sangat strategis dalam mendukung pariwisata NTB.

Oleh sebab itu, masyarakat didaerah ini bersama – sama untuk mengawal pembangunan sarana prasaran dan fasilitas yang dibangun.

Sirkuit motoGP yang juga dibangun di KEK Mandalika, menjadi salah satu pendongkrak yang sangat efektif dalam menggerakkan peningkatan kunjungan pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Mari kita sama – sama dukung pembangunannya jika ada persoalan diselesaikan dengan musyawarah mufakat sehingga pembangunan di KEK Mandalika tuntas sesuai dengan target,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00