• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dinas Kebakaran Bukittinggi Latih Masyarakat untuk Antispasi Awal dan Peduli Bahaya Kebakaran

9 October
21:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kebakaran, Rabu (9/10/2019), melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan gabungan tentang pencegahan bahaya kebakaran tahun 2019, di halaman Kantor Badan Keuangan.

Kepala Dinas Kebakaran Bukittinggi, Martius Bayu, mengatakan, sosialisasi atau penyuluhan gabungan tentang pencegahan bahaya kebakaran tahun 2019 ini, dilaksanakan sebagai langkah antisipasi musibah kebakaran. Karena musibah kebakaran dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan terjadi secara tidak terduga. Ancaman bahaya kebakaran dapat membawa bencana besar dengan akibat yang sangat luas.

"Musibah kebakaran tentu akan dapat merugikan korbannya, mengancam kelematan jiwa maupun harta benda yang secara langsung akan menghambat kelancaran pembangunan. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran itu, butuh kepedulian serta peran aktif semua pihak," jelasnya.

Menurut Martius Bayu, Dinas Kebakaran memiliki fungsi melakukan pencegahan dan mengurangi resiko sekecil apapun dalam musibah kebakaran. Untuk itu peran masyarakat yang terlatih dan paham tentang bahaya kebakaran, baik ditingkat kelurahan, lingkungan sekolah, perkantoran, laboratorium, sangat dibutuhkan dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran di Bukittinggi.

"Dengan sosialisasi dan penyuluhan ini, kami dari dinas kebakaran berharap, peserta dapat mengetahui dan menambah pengetahuan, serta wawasan terkait tugas pokok dan fungsi dinas kebakaran, teori dasar api, kebocoran gas elpiji, APAR, serta penanganan awal jika terjadi kebakaran di lingkungan masing-masing," terangnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 165 orang dari unsur masyarakat kelurahan, personil aparatur UPTD laboratorium Dinas kesehatan, kepala sekolah dan penjaga sekolah dasar se kota Bukittinggi.

"Dalam penyuluhan ini, peserta diberikan materi, diantaranya, 10 pengetahuan singkat tentang pencegahan kebakaran. Teknik penanganan awal pemadaman secara tradisional, pengetahuan tentang penanganan kebocoran gas LPG, pengetahuan tentang Alat Pemadam Api Ringan," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias, mengapresiasi upaya dinas kebakaran untuk mengantisipasi bahaya kebakaran melalui program penyuluhan ini. Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada peserta, sehingga dapat membantu memberikan pertolongan atau upaya awal dalam penanganan bahaya kebakaran.

"Ketika kebakaran terjadi, tentu semua panik. Namun bagi peserta yang telah ikut pelatihan ini, kedepan, tidak mengedepankan kepanikan itu, tapi bisa membantu pencegahan awal, seperti, menggunakan APAR, memberikan informasi kepada petugas pemadam kebakaran dan beberapa upaya lainnya," sebutnya.

M. Ramlan Nurmatias juga ikut mengimbau masyarakat, untuk peduli dengan upaya pencegahan bahaya kebakaran. Pemadaman dan pencegahan kebakaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tapi juga tanggung jawab masyarakat pada umumnya.

"Membentuk masyarakat yang terlatih dan peduli serta berpengetahuan tentang bahaya kebakaran tidaklah mudah. Perlu inovasi serta kepedulian kita bersama. Kami berharap, dengan kegiatan ini, tentu diharapkan dapat membentuk masyarakat yang terlatih dan peduli tentang bahaya kebakaran," ungkapnya.

Selanjutnya, diperagakan serta praktek bagi peserta, ketika bahaya kebakaran terjadi. Peragaan dan praktek itu berupa, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mematikan api secara manual dengan goni basah, mengatasi kebakaran yang terjadi akibat kebocoran tabung gas dan regulatornya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00