• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Arumi Ingatkan Pengaruh Gawai Terhadap Budaya Bangsa

19 October
15:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Situbondo: Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa menguatkan ketahanan keluarga di tengah gempuran budaya gawai yang mengikis budaya bangsa Indonesia.

"Dampak negatif digitalisasi yang sangat kita rasakan adalah mudahnya budaya bangsa lain yang masuk dan menghilangkan budaya kita sendiri," kata Arumi Bachsin saat memberikan sambutan pada puncak pelaksanaan Hari Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK 2019 di Situbondo, Sabtu (19/10/2019).

Istri Wakil Gubernur Jatim ini mengemukakan, peran PKK bisa masuk dengan mengawal orang tua atau keluarga untuk memberikan penguatan, sehingga generasi penerus bangsa tidak mudah terpengaruh dengan budaya negatif.

"Kemajuan teknologi tidak bisa dihindari. Yang harus kita lakukan yaitu terus mengikuti perkembangan teknologi dan menyikapinya dengan bijak," ujarnya.

Arumi Bachsin berharap, kegiatan tahunan BBGRM dan HKG PKK ini menjadi ajang silaturrahmi dan mengapresiasikan diri. Tidak menjadi acara seremonial biasa, tetapi juga menjadi ruh yang mampu melahirkan semangat baru dan energi baru.

"Tim Penggerak PKK sebagai mitra pemerintah dan juga sebagai masyarakat, harus bisa membantu pemerintah merealisasikan program Nawa Bhakti Satya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemprov Jatim, Muhammad Yasin mengatakan, dalam rangka memperingati Hari BBGRM ke XVI dan HKG PKK ke-47, pihaknya menggelar pameran yang diikuti oleh 110 stand dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

"Peserta terdiri dari 70 stand dari 38 kabupaten/kota, selebihnya merupakan stand dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan dunia usaha. Semua menampilkan produk unggulan berbagai daerah. 

"Ada juga hiburan panggung rakyat yang merupakan khas di setiap daerah," ujarnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00