• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Golkar Masih 'Malu-malu' Soal Posisi Menteri Bidang Ekonomi

19 October
15:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sesudah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, pastinya urusan berlanjut ke pengumuman menteri kabinet. Kabarnya, Golkar tidak meminta kursi kabinet untuk menteri bidang tertentu, tapi akan menyiapkan nama kader terbaiknya apabila diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami tidak dalam kapasitas menawarkan diri. Itu hak presiden. Tapi jika diminta, Golkar akan berikan nama (kader) terbaik," ucap Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily dalam diskusi 'Teka-teki Menteri dan Koalisi' di sebuah Lounge kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

Tapi Ace menegaskan, pihaknya tidak bisa menyebutkan ada berapa kader yang siap disodorkan jika diminta Presiden Jokowi, begitu juga siapa saja nama kader-kader itu. Hanya sebatas siap menyediakan orang-orang terbaik saja.

Akan tetapi entah sengaja atau tidak, Ace sempat mengutarakan kata 'portofolio ekonomi'. 

"Ya konsep Golkar itu sesungguhnya jika diminta nama, semisal Ketum bertemu Pak Jokowi lalu diminta portofolio ekonomi, ya kami siapkan di bidang ekonomi. Kami serahkan sesuai nama portofolio yang diminta," kata Ace menjelaskan soal portofolio ekonomi.

Sama halnya kata Ace, ketika Presiden meminta portofolio Menteri Sosial, pastinya Golkar akan serahkan nama-nama yang sesuai untuk kriteria yang diminta tersebut. Jadi posisi Golkar, menurutnya tergantung bagaimana kebutuhan dan permintaan nantinya.

Semisal menjadi kenyataan diminta nama oleh Presiden Jokowi, Ace yakin Golkar selalu siap dengan kader-kader terbaik. Mengapa seyakin itu? Karena menurut Ace pihaknya sudah memahami program kerja Jokowi di periode kedua, untuk fokus pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan melanjutkan sisa karya infrastruktur.

Apalagi dengan potensi pelemahan ekonomi global ke depannya, otomatis harus duduk nama-nama menteri yang paham bagaimana menjaga perekonomian Indonesia sambil mewujudkan visi-misi Nawacita Jokowi periode dua.

"Bagaimana menghadapi tantangan ekonomi satu sampai dua tahun ke depan dimana ada kecenderungan pelambatan ekonomi dunia, resesi ekonomi, belum lagi perang dagang AS-Tiongkok, dan semua itu berimplikasi terhadap ekonomi dalam negeri nantinya," pungkas Ace.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00